DLH Libatkan IPB Selidiki Kematian Ikan Sapu Sapu di Kali Baru
Diterbitkan Rabu, 3 Agustus, 2022 by NKRIPOST

NKRIPOST.CO, JAKARTA. – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, berkolaborasi dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Institut Pertanian Bogor (PPLH IPB) menyelidiki penyebab kematian ikan sapu-sapu di Sungai Kalibaru Timur, Kramat Jati, Jakarta Timur. Rabu, (03/08/2022).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengungkapkan bahwa, setelah kejadian kematian massal ikan sapu-sapu di Sungai Kalibaru Timur pada tanggal 11 Juli 2022, tim dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta melakukan investigasi dengan mengambil sampel air sungai di lokasi kejadian pada hari yang sama. Sampel tersebut kemudian dibawa ke Laboratorium Lingkungan Hidup Daerah (LLHD) Provinsi DKI Jakarta untuk dianalisis lebih lanjut.
BACA JUGA :
Fadli Sudria Bersama Ketua DPRD Kerinci Hadiri Pengukuhan DPD ORARI, Sampaikan Pesan Ini..
Asep mengungkapkan, dari hasil analisis memang terjadi peningkatan nilai cukup tajam pada hari kejadian untuk beberapa parameter kualitas air jika dibandingkan dengan data kisaran hasil pemantauan rutin serta baku mutu. “Setiap tahun secara rutin melakukan pemantauan kualitas air sungai pada empat periode mewakili musim hujan, kemarau, dan peralihan antar musim di 120 titik pemantauan di seluruh Jakarta”. Ujar Asep.
Beberapa parameter kualitas air yang ditemukan peningkatan cukup tajam, ungkap Asep, di antaranya BOD yang pada saat kejadian bernilai 68 mg/L (bakukajian mutu 3 mg/L), COD 309 mg/L (baku mutu 25 mg/L), dan Fecal Coliform 1.400.000 MPN/100ml (baku mutu 1.000 MPN/100ml).
Penyebab kematian massal ikan sapu-sapu saat itu, “Berdasarkan kajian PPLH IPB diduga kuat berasal dari aktivitas domestik yang tidak biasa, seperti pembuangan limbah dengan debit yang sangat besar atau kejadian khusus lainnya. Diperkirakan jenis ikan yang dominan di ruas sungai tersebut adalah ikan sapu-sapu”. Ungkap Asep
Asep pun membantah jika kematian massal ini disebabkan langsung dari pembuangan limbah kurban. “Apabila penyebab kematian diduga akibat pembuangan limbah kurban, maka hal ini dapat saja terjadi pada banyak ruas sungai yang ada di DKI Jakarta”. Tegas Asep.
BACA JUGA:
Peringati Hari Lingkungan Hidup, DLH Flotim Gandeng Kodim dan Aktivis Bersihkan Pasar Inpres
Dinas Lingkungan Hidup Flotim Sambangi Sampah Di Pulau Adonara
Namun, Asep menjelaskan, karena kejadian kematian massal ikan hanya terjadi hanya pada skala lokal di salah satu ruas Sungai Kalibaru Timur. Terdapat kemungkinan adanya kejadian tidak biasa berupa pembuangan limbah dengan debit sangat besar atau konsentrasi limbah sangat tinggi, kemudian tersebar langsung ke dalam ruas sungai tersebut yang dapat menyebabkan adanya perubahan drastis kualitas air, sehingga menjadi penyebab kematian massal ikan sapu-sapu yang hidup di area tersebut.
Langkah lebih lanjut, yang akan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup melakukan inventarisasi sumber pencemaran domestik, baik yang berasal dari permukiman, perkantoran, industri skala kecil sampai dengan menengah, serta industri skala besar dan aktivitas lainnya di ruas sungai tersebut.
Apabila teridentifikasi penyebab lebih dominan dari aktivitas rumah tangga, maka lokasi tersebut dapat menjadi prioritas pembuatan IPAL Komunal, atau Ekoriparian berkolaborasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (DPHK). Ia juga mengimbau kepada masyarakat sekitar bantaran sungai agar bijak dalam pengelolaan limbah domestik. Pungkasnya.
(M.Fazar Sutiono).

One thought on “DLH Libatkan IPB Selidiki Kematian Ikan Sapu Sapu di Kali Baru”