NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Sudaryono: Dari ‘Cah Angon Cah Ngarit, Grobogan Hingga Memimpin Badan Gizi Nasional

Listen to this article

Diterbitkan Sabtu, 25 Juli, 2026 by NKRIPOST

Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., M.B.A.

NKRIPOST GROBOGAN – Dari tanah kering Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kabupaten Grobogan, lahir seorang anak petani yang kini dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional (BGN). Namanya Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., M.B.A..

Perjalanan hidupnya adalah bukti bahwa kemiskinan bukan penghalang, jika ada tekad, kerja keras, dan kesempatan.

Dr. Sudaryono, lahir 23 Januari 1985. Ia anak tunggal dari Yahyo dan Suwarni, sepasang petani yang tidak memiliki sepetak tanah sendiri. Semua lahan yang digarap adalah sewaan.

Saat musim panen selesai, pemasukan anjlok. Ayahnya terpaksa merantau ke kota menjadi buruh bangunan. Pulang berbulan-bulan sekali, membawa uang receh untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Sejak kecil Sudaryono sudah akrab dengan kerja keras. Warga mengenalnya sebagai “cah angon” yang rajin menjaga sapi, dan “cah ngarit” yang setiap hari berjalan berjam-jam memikul jerami dan rumput dari sawah, ladang, hingga hutan untuk pakan ternak.

Saat kemarau, tantangan makin berat. Sumur di rumah kering. Ia harus berjalan hampir 1 kilometer ke sumur umum, antre berjam-jam, lalu memikul 2 ember air pulang. Kakinya sering lecet terkena semak, tapi tak pernah mengeluh.

Meski sibuk di ladang, ia tak pernah meninggalkan sekolah. Bangun sebelum Subuh, belajar dengan penerangan pelita minyak. Tugas sekolah dikerjakan di atas tumpukan jerami sambil mengawasi sapi.

BACA JUGA:

Prabowo Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik yang Mundur Berobat

Duduk di bangku paling belakang karena kursi depan penuh, tapi setiap guru bertanya, tangannya selalu pertama terangkat. Hasilnya, nilainya selalu di atas rata-rata dan menjadi kebanggaan warga dusun.

Ketekunan itu membuka jalan. Sudaryono lolos seleksi SMA Taruna Nusantara Magelang dengan beasiswa penuh, mengalahkan ribuan pesaing se-Indonesia.

Di Taruna, ia belajar disiplin, kepemimpinan, dan tidak minder dengan teman-teman dari keluarga mampu. Lulus terbaik, ia kembali mendapat beasiswa ke Akademi Pertahanan Nasional Jepang. Ia lulus berprestasi, lalu melanjutkan S2 di Swiss German University, dan meraih gelar Doktor Manajemen Bisnis di IPB.

Dari anak yang belajar di pinggir kandang sapi, kini ia menjadi doktor yang dihormati.

Tahun 2010, takdir mempertemukannya dengan Prabowo Subianto. Karena kejujuran, ketelitian, dan disiplinnya, Sudaryono dipercaya menjadi Asisten Pribadi dan sempat tinggal serumah.

Prinsipnya sederhana: _”Saya mungkin bukan yang paling pandai, tapi saya berjanji akan menjadi yang paling tekun, paling jujur, dan paling bisa dipercaya.”_

Kariernya terus menanjak. Ia dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, rajin turun ke desa mendengar keluh kesah petani, pedagang, dan nelayan.

Pada Juli 2024, ia dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian. Pengalamannya sebagai anak petani membuatnya paham betul soal pupuk, kemarau, dan harga panen.

Puncaknya, 22 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Penunjukan ini tak lepas dari perannya sejak awal merancang Program Makan Bergizi Gratis.

BACA JUGA:

Sudaryono Usai Dilantik Jadi Kepala BGN Tegaskan Zero Tolerance Korupsi, Hengki-pengki dan Copet-copetan

Dalam pidato pelantikan, suaranya bergetar:
“Saya tahu rasanya tumbuh dengan perut yang kadang terasa lapar, saya tahu rasanya ingin belajar tapi tubuh terasa lemas. Karena saya pernah merasakannya, saya berjanji akan bekerja sekuat tenaga, sepenuh hati. Semoga tak ada lagi anak Indonesia yang masa depannya terhalang hanya karena masalah gizi.”

4 KOMITMEN SUDARYONO DI BGN:
1. Profesional dan Transparan: Setiap anggaran dan makanan yang disalurkan wajib dipertanggungjawabkan. Tak boleh ada kebocoran.
2. Tepat Sasaran dan Merata: Program harus sampai ke anak di dusun terpencil Grobogan, pegunungan Papua, hingga pulau terluar Nusa Tenggara.
3. Gizi Adalah Hak Dasar: Gizi baik adalah fondasi agar anak Indonesia tumbuh cerdas, kuat, dan bisa menggapai cita-cita.
4. Bebas Korupsi: Mengawasi ketat agar tidak ada penyalahgunaan jabatan, “hengki pengki”, atau korupsi.

“Jabatan adalah amanah, bukan hak milik. Yang terpenting adalah apa yang bisa kita berikan untuk orang lain, terutama mereka yang belum beruntung,” tegasnya.

Dari cah ngarit yang berjalan kaki berjam-jam di Grobogan, hingga kini memegang amanah gizi 280 juta rakyat Indonesia. Kisah Sudaryono membuktikan: nasib tidak ditentukan tempat lahir, tapi oleh tekad, kerja keras, dan hati yang tulus untuk sesama.**

BERITA TERKAIT:

Sudaryono Dilantik Jadi Kepala BGN, Tidak Merangkap Jabatan Wakil Menteri Pertanian

KOPINUS Dukung Penuh Sudaryono Pimpin BGN, Dorong Pembenahan Total Program MBG

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved