NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Adel Wahidi: Sang Jurnalis, Dari Korban Maladministrasi Menjadi Kepala Ombudsman Sumbar

Listen to this article

Diterbitkan Sabtu, 25 Juli, 2026 by NKRIPOST

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumbar, Adel Wahidi.

NKRIPOST PADANG – Adel Wahidi resmi dilantik sebagai Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat pada 3 Februari 2025 di Jakarta, tersimpan kisah panjang tentang luka, perjuangan, dan tekad. Bagi sebagian orang ini rotasi jabatan. Bagi Adel, ini adalah titik balik: dari yang pernah menjadi korban maladministrasi, kini menjadi penjaganya.

LAHIR DARI SAWAH DAN DOA KEADILAN
Adel lahir di pondok kecil di tengah sawah Sawah Taruko, Kototuo, Nagari Salimpaung, Tanah Datar, 3 September 1983. Ia anak sulung dari 4 bersaudara, buah hati almarhum Ibrahim dan Raunas.

Namanya sendiri adalah harapan orang tua. “Adel” dari kata “adil”, dan “Wahidi” berarti “yang utama”. Sebuah doa agar anaknya kelak menjadi pembela keadilan. Doa itu kini nyata.

Keluarganya pernah merasakan getir birokrasi. Tahun 1984, sang ayah — anak surau dan juara MTQ — ditahan 15 hari di Polsek karena salah tangkap kasus penganiayaan. Setelah diselidiki, ia dilepaskan. Kini peristiwa itu dikenal sebagai bentuk maladministrasi.

Adel pun merasakannya sejak lahir. Ia dilahirkan tanpa bantuan bidan, hanya ditolong dukun kampung. Akses kesehatan belum menyentuh pelosok Sawah Taruko saat itu. “Itu bentuk pertama ketidakadilan yang saya alami,” katanya dalam hati. Luka itu kini menjadi tanggung jawabnya untuk dicegah agar tak terulang pada orang lain.

DARI JURNALIS, AKTIVIS, HINGGA PENGAWAS NEGARA
Perjalanan pendidikan Adel menyusuri kampung ke kota: SDN 44 Kototuo, MTsN Lawang Mandahiling, MAN 2 Payakumbuh. Ia lulus S1 Ekonomi Syariah IAIN Imam Bonjol Padang tahun 2008, dan meraih Magister Hukum Universitas Bung Hatta tahun 2020.

Ia pernah mengecap pendidikan yang tidak adil. Pernah dipulangkan dan tidak diizinkan ikut ujian karena keputusan sepihak. “Luka itu tak hilang. Tapi jadi energi,” ujarnya.

Sebelum masuk Ombudsman, Adel adalah jurnalis dan aktivis. Ia memahami denyut masyarakat dari bawah. Ia tahu rasanya berdiri di tengah konflik, dan tahu bagaimana suara rakyat sering tenggelam di meja birokrasi.

Sejak 2012 ia mengabdi sebagai Asisten Ombudsman RI. 13 tahun mengawasi pelayanan publik yang menyeleweng dan menantang birokrasi yang pongah. Kini, amanah itu naik satu tingkat.

MISI DARI LUKA MENJADI HARAPAN
Kini di pundak Adel terpikul tugas berat: memastikan suara-suara kecil tidak lagi diabaikan.

“Dari sawah sunyi di Salimpaung hingga ruang-ruang negara, perjalanan ini bukan tentang karier. Ini tentang misi. Misi yang lahir dari luka, tumbuh dalam perjuangan, dan kini mekar sebagai harapan: bahwa negara bisa lebih adil,”

Bagi Adel, keadilan bukan turun dari langit. Ia harus diperjuangkan, disuarakan, dan dijaga.

Sebab kadang, keadilan memang butuh seseorang yang pernah merasakannya hilang.***Ombudsman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved