NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Kumat dan Bakar Dapur, Pria ODGJ di TTS Tewas Hangus dengan Kaki Terpasung Kayu

Listen to this article

Diterbitkan Jumat, 21 Agustus, 2026 by NKRIPOST

Ilustrasi

NKRIPOST TTS – Seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bernama Yustus Nome (41) warga Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas terbakar di dalam rumah dapur milik keluarganya.

Peristiwa naas itu terjadi pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 03.00 WITA. Saat kejadian korban dalam kondisi kaki kanan terpasung menggunakan kayu gamal.

Kebakaran pertama kali diketahui Agus Taunu (54) setelah mendengar teriakan Disto Ale yang melihat kobaran api dari arah dapur rumah korban.

Warga sekitar langsung berlari ke lokasi. Namun api terlanjur membesar.

“Dapur itu ukurannya 4 meter x 3,5 meter. Dindingnya bebak, atapnya daun gewang. Sekali kena api langsung cepat sekali,” ujar salah satu warga.

Penina Suat, ibunda korban, sempat histeris meminta tolong agar anaknya diselamatkan. Sayangnya, saat warga hendak mendekat, bangunan dapur sudah roboh dilalap si jago merah. Kobaran api yang terlalu besar membuat warga tidak sanggup menembus untuk menolong Yustus.

BACA JUGA:

Penyidikan Kematian Gustaf Nabuasa Jalan Di Polres TTS, Keluarga Desak Usut Tuntas Hingga ke Dalang

Menindaklanjuti laporan, Satreskrim Polres TTS dipimpin Kasat Reskrim AKP I Wayan Pasek Sujana, bersama Kapolsek Amanuban Selatan Ipda Fahrurosi dan Unit Identifikasi turun ke lokasi untuk olah TKP.

Hasilnya, korban ditemukan tewas dengan luka bakar 100% di sekujur tubuh.
Kaki kanan korban masih terkunci pada sebatang kayu gamal yang menjadi alat pasung.

Dari lokasi, polisi mengamankan sampel abu arang dan 2 buah korek api gas yang sudah meledak.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, penyebab kebakaran diduga berasal dari korban sendiri.

Korban yang sedang mengalami kekambuhan diduga menyalakan api menggunakan korek gas hingga membakar dinding bebak. Karena dalam posisi terpasung, korban tidak bisa menyelamatkan diri dan tewas terjebak api.

Adik korban, Yuliana Nome (42), menuturkan Yustus sudah mengalami gangguan jiwa sejak 2012. Ia pernah dirawat di Puskesmas Panite dan dirujuk ke RSJ Naimata Kupang.

“Juli 2026 kemarin kambuh lagi. Sering lempar batu ke rumah orang, mengamuk kalau minta rokok tidak dikasih,” kata Yuliana.

Karena khawatir, keluarga akhirnya memasung kaki kanan Yustus di dapur dengan kayu gamal. Selama dipasung, keluarga tetap memberi makan dan obat secara rutin.

BACA JUGA:

Pecat 2 Ibu Guru PPPK, Biarkan Pria Aman: DPRD TTS Kecam Standar Ganda Pemda: Tegakkan Disiplin Boleh, Jangan Bunuh Masa Depan Anak

Visum et Repertum dari dr. Kristina Trifirawati Lawung, Puskesmas Noemuke, menyatakan korban mengalami luka bakar di seluruh tubuh dan patah tulang lengan bawah kanan. Tidak ditemukan tanda kekerasan lain.

Pihak keluarga telah mengikhlaskan dan menolak dilakukan otopsi. Mereka menganggap ini musibah dan tidak akan menempuh jalur hukum.

Kerugian materil akibat terbakarnya dapur dan isinya ditaksir Rp 25 juta.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pemasungan.
“Jika ada keluarga dengan gangguan jiwa kambuh, segera laporkan ke puskesmas, RSJ, atau Dinas Sosial untuk dapat penanganan yang layak dan manusiawi,” pesannya. **

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved