Reshuffle atau Tumbang: Mahasiswa Ancam Turun Jalan Jika Tuntutan Tak Direspons Presiden, Dari Seskab Teddy Hingga Kapolri Masuk Radar Evaluasi
Diterbitkan Jumat, 21 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Tekanan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menguat. Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) hingga pengamat politik kompak menilai kinerja pemerintah belum efektif. Data SMRC bahkan mencatat kepuasan publik anjlok 30,1% dalam 9 bulan.
1. AMI: 90% MENTERI GAGAL, KASIH WAKTU 7×24 JAM
Aliansi Mahasiswa Indonesia yang merupakan gabungan mahasiswa lintas kampus menggelar aksi sikap di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Koordinator AMI, Wawan dari Universitas Bung Karno (UBK), menegaskan:
“Sebanyak 90% menteri gagal. Buktikan dengan evaluasi terbuka! Reshuffle atau tumbang!”
AMI menyoroti kondisi ekonomi, lingkungan, infrastruktur, pangan, dan persoalan sosial yang dinilai belum terselesaikan.
5 Kementerian yang disorot AMI:
1. Kementerian ESDM
2. Kementerian Kehutanan
3. Kementerian Pertanian
4. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)
5. Kementerian PU dan Infrastruktur
5 Tuntutan AMI:
1. Evaluasi menyeluruh dan terbuka terhadap seluruh menteri Kabinet Merah Putih
2. Ganti menteri yang tidak mampu memenuhi target
3. Setiap kementerian wajib buka capaian & target kinerja ke publik
4. Kebijakan berpihak ke rakyat, bukan elite
5. Jabatan menteri adalah amanah, bukan hadiah politik
“Kepada Presiden Prabowo, jika tuntutan AMI tidak direspon dalam 7×24 jam, maka AMI akan turun ke jalan sampai menang,” tegas Wawan.
Aksi ini dihadiri mahasiswa dari UBK, Kosgoro, Jayabaya, UNJ, UNSIA, UNAS, Unindra, USNI, UIN dan kampus lainnya.
BACA JUGA:
Rocky Gerung Desak Prabowo Reshuffle Kabinet Agustus 2026 Imbas Kepuasan Publik Anjlok 30%, Begini Kata Istana!Â
2. DATA SMRC: KEPUASAN PUBLIK ANJLOK DARI 81,2% KE 51,1%
Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menjadi rujukan utama desakan ini.
Kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo turun drastis dari 81,2% pada November 2025 menjadi 51,1% pada Juli 2026.
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menyebut penurunan itu terkait 3 bidang:
“Menariknya, besarnya penurunan itu berkaitan dengan kepuasan yang rendah dalam bidang ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” kata Jamiluddin, 28/7/2026.
Ia merinci 11 nama pejabat yang layak masuk daftar evaluasi:
BIDANG EKONOMI – 5 NAMA:
1. Menko Perekonomian: Airlangga Hartarto
2. Menko Pangan: Zulkifli Hasan
3. Menteri Keuangan: Purbaya Yudhi Sadewa
4. Menteri Perdagangan: Budi Santoso
5. Menteri ESDM: Bahlil Lahadalia – “Kebijakannya kerap kontroversial di bidang energi”
BIDANG POLITIK & KOMUNIKASI – 3 NAMA:
1. Mendagri: Muhammad Tito Karnavian
2. Menkomdigi: Meutya Hafid
3. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah: Muhammad Qodari
BIDANG HUKUM & KEAMANAN – 3 NAMA:
1. Menkum: Supratman Andi Agtas
2. Jaksa Agung: Sanitiar Burhanudin
3. Kapolri: Jenderal Listyo Sigit Prabowo
BACA JUGA:
Reshuffle Kabinet Prabowo Mencuat: Pengamat Beber 11 Nama Menteri Rawan Dicopot, Ada Kapolri Dan Jaksa Agung
3. PENGAMAT & AKADEMISI: CARI MENTERI KOMPETEN, EVALUASI TIM KOMUNIKASI
Direktur P3S, Jerry Massie, mendesak menteri tak berprestasi dan suka blunder untuk di-“kick out”.
“Harusnya menteri tak berprestasi dan tidak kompeten di-kicked out, jangan dipertahankan. Cari menteri kompeten seperti era Soeharto,” ujarnya dikutip SindoNews, 20/8/2026.
Ia menyebut momentum reshuffle pas di Oktober 2026 – 2 tahun pemerintahan.
PSAD UII, Masduki, menyorot buruknya komunikasi pemerintah. Ia mendesak evaluasi Seskab Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, dan Kementerian Komdigi.
“Kalau komunikasi buruk, berarti tim komunikasi kerjanya tidak profesional. Jadi harus ada reshuffle,” kata Masduki.
Masduki juga menyinggung Kapolri terkait “tindakan anarkis” saat demo Agustus 2025.
“Menjelang peringatan satu tahun kerusuhan Agustus tahun lalu, salah satu pemicunya adalah tindakan anarkis dari Kepolisian. Oleh karena itu Prabowo harus segera mereshuffle Kapolri,” tegasnya.
Tokoh Reformasi 1998 Andrianto dan peneliti LSP, Tri Wibowo Santoso juga menilai kabinet perlu “penyegaran total” dan masih banyak “menteri neolib peninggalan rezim Jokowi” yang menghambat.
BACA JUGA:
Dr. Iswadi Prediksi Prabowo Akan Reshuffle Kabinet Merah Putih dalam Waktu Dekat, Ini Alasannya!
4. RESPONS ISTANA: BELUM ADA RENCANA RESHUFFLE
Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan hingga 10 Agustus 2026 belum ada rencana reshuffle.
“Kalau pun ada mungkin prioritasnya adalah mengisi jabatan-jabatan yang kosong,” seperti Wamentan dan Wamen Imigrasi.
Beberapa menteri yang disebut, seperti Bahlil Lahadalia, merespons: “Kami taat dan tunduk pada Presiden.”
ANALISIS: BOM WAKTU KEPUASAN PUBLIK
Peneliti LSP menilai kesalahan memilih menteri peninggalan Jokowi jadi “bom waktu”. Survei kepuasan yang tadinya 80% kini 50%.
Masduki mengingatkan: “Orang menunggu sekarang reshuffle kabinet. Kalau tidak, lama-lama nanti yang di-reshuffle Presiden dan Wakil Presiden.”
Catatan Redaksi: Semua pihak yang disebut berhak atas asas praduga tak bersalah. NKRIPOST terbuka untuk hak jawab.
Kini bola ada di tangan Presiden Prabowo. Apakah akan ada evaluasi total untuk mendongkrak kembali kepercayaan publik?. ***
