Rocky Gerung Desak Prabowo Reshuffle Kabinet Agustus 2026 Imbas Kepuasan Publik Anjlok 30%, Begini Kata Istana!
Diterbitkan Senin, 3 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Isu reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menguat. Pemicunya: anjloknya tingkat kepuasan publik 30,1% dalam 9 bulan berdasarkan survei terbaru.
Pengamat menilai Presiden Prabowo Subianto tak punya pilihan selain mengevaluasi para pembantunya di Agustus 2026. Sementara Istana memastikan belum ada pembahasan resmi.
Pengamat politik Rocky Gerung menilai Prabowo menghadapi ujian berat di tahun kedua pemerintahan.
Dalam kanal YouTube Hendri Satrio Official, Jumat (31/7/2026), Rocky menyebut banyak menteri dari partai koalisi belum mampu memenuhi ekspektasi presiden.
“Kalau sudah 2 tahun, kapasitas dari mereka yang bikin perjanjian tidak memungkinkan presiden tampil secara efektif, ya mesti dibongkar perjanjian itu,” kata Rocky.
Ia menegaskan perjanjian politik boleh dihormati, tapi tidak boleh permanen jika menghambat kerja pemerintahan.
“Tidak mungkin dia takut. Dia presiden, kok. Perjanjian politik itu tidak boleh permanen,” ujarnya.
Analisis Rocky dikuatkan data Saiful Mujani Research and Consulting / SMRC.
Tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo turun drastis:
– November 2025: 81,2%
– Juli 2026: 51,1%
– Penurunan: 30,1%
SMRC menyebut penurunan dipengaruhi persepsi publik terhadap 3 bidang: ekonomi, politik, dan penegakan hukum yang dinilai memburuk.
Hal senada disampaikan Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga.
“Besarnya penurunan itu berkaitan dengan kepuasan yang rendah dalam bidang ekonomi, politik, dan penegakan hukum. Hal ini berpengaruh besar terhadap menurunnya kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo,” kata Jamiluddin, Selasa (28/7/2026).
BACA JUGA:
Reshuffle Kabinet Prabowo Mencuat: Pengamat Beber 11 Nama Menteri Rawan Dicopot, Ada Kapolri Dan Jaksa Agung
Jamiluddin merinci 11 pejabat setingkat menteri yang dinilai layak masuk daftar evaluasi karena berkaitan langsung dengan 3 bidang kritis tersebut:
1. BIDANG EKONOMI – 5 NAMA
Publik paling menyorot kinerja ekonomi.
1. Menko Perekonomian: Airlangga Hartarto
2. Menko Pangan: Zulkifli Hasan
3. Menteri Keuangan: Purbaya Yudhi Sadewa
4. Menteri Perdagangan: Budi Santoso
5. Menteri ESDM: Bahlil Lahadalia – _”Sebab kebijakannya yang kerap kontroversial di bidang energi kerap mempengaruhi bidang ekonomi”_
2. BIDANG POLITIK & KOMUNIKASI – 3 NAMA
1. Menteri Dalam Negeri: Muhammad Tito Karnavian
2. Menteri Komunikasi dan Digital: Meutya Hafid
3. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah: Muhammad Qodari
3. BIDANG PENEGAKAN HUKUM & KEAMANAN – 3 NAMA
1. Menteri Hukum: Supratman Andi Agtas
2. Jaksa Agung: Sanitiar Burhanudin
3. Kapolri: Jenderal Listyo Sigit Prabowo
“Jadi, untuk mendongkrak kinerja bidang ekonomi, politik, dan penegakan hukum, para menteri tersebut kiranya layak direshuffle,” tutup Jamiluddin.
Tekanan juga datang dari Korps Pasgibra Nusantara yang meminta Presiden segera mengevaluasi Kapolri dan Jaksa Agung.
BACA JUGA:
Muncul Isu Reshuffle Awal Agustus, Istana Buka Suara: Kalaupun Ada Untuk 2 Posisi Menteri Ini!
Di tengah ramainya spekulasi, *Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi* membantah ada agenda reshuffle.
Pernyataan disampaikan di Batang, Jateng, Kamis (30/7/2026).
“Reshuffle? Sementara belum ada. Kalaupun misalnya ada barangkali untuk mengisi kekosongan-kekosongan dari beberapa posisi yang karena perubahan yang kemarin ditinggalkan oleh pejabat yang lama,” ujar Prasetyo.
Ia menyebut ada *2 posisi Wamen yang kosong:
1. Wamen Pertanian: Ditinggal Sudaryono yang kini Kepala Badan Gizi Nasional
2. Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan: Ditinggal Silmy Karim yang jadi tersangka korupsi
“Tapi memang terus terang kita belum, Bapak Presiden juga belum berdiskusi mengenai rencana adanya pergantian atau reshuffle kabinet,” tegasnya.
Beberapa menteri yang disebut, seperti Bahlil Lahadalia, juga sudah buka suara:
“Kami taat dan tunduk pada Presiden,” ujar Bahlil.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
Dengan tekanan survei dan desakan publik, keputusan reshuffle kini sepenuhnya berada di tangan kepala negara sebagai langkah mendongkrak kembali kepercayaan masyarakat.
“Ini dugaan saya, bukan karena pembicaraan dengan seseorang,” pungkas Rocky Gerung.***
BACA JUGA:
Kopinus Usul Ke Presiden Prabowo: Pertimbangkan Dr. Iswadi Masuk Kabinet Merah Putih
