NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

MBG Picu Keracunan Massal Lagi di SMKN 6 Semarang, Siswa Temukan Ulat di Sayur dan Daging Berdarah

Listen to this article

Diterbitkan Sabtu, 1 Agustus, 2026 by NKRIPOST

Ilustrasi

NKRIPOST SEMARANG – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini menimpa ratusan siswa SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) Jumat 31/7/2026.

Kepala Sekolah SMKN 6 Semarang Berti Sagendra mengatakan, berdasarkan pendataan melalui Google Form, jumlah siswa yang mengalami gejala mencapai sekitar 690 orang.

“Untuk sementara yang sudah terkumpul, ini kan kami sebar Google Form. Untuk siswa yang data baru masuk itu sekitar 690-an,” kata Berti dikutip detikJateng.

Para siswa mengeluhkan berbagai gejala setelah menyantap menu MBG pada Kamis 30/7/2026 siang.

“Indikasi macam-macam, Mas. Ada yang pusing, lelah, diare, muntah. Ada juga yang sampai kejang dan diinfus,” sebut Berti.

Sekitar pukul 10.30 WIB, pihak sekolah mengumumkan siswa yang merasa sakit untuk segera ke UKS. Tim medis dari Puskesmas Halmahera dan 3 ambulans dari Dinkes Kota Semarang langsung diterjunkan ke sekolah.

Sebagian siswa ditangani di Puskesmas Halmahera. Sementara 4 orang siswa dirujuk ke rumah sakit karena kondisi lebih berat, yakni ke RST dan RSWN.

“Yang rumah sakit sekitar empat orang. Yang di puskesmas datanya masih kami himpun,” lanjut Berti.

BACA JUGA:

Sulap Sampah Kulit Pisang MBG Jadi Es Krim Antarkan SMP IL Kapten Fatubaa Dari Perbatasan Atambua ke Bangkok Juara Asia!

Beberapa siswa mengaku curiga penyebabnya adalah menu MBG kemarin berupa ayam rendang dan sayur daun singkong.

Helena, siswa kelas 12 Kecantikan, mengatakan daging ayamnya belum matang sempurna.
“Ayam rendang, tapi di dalam dagingnya kayak yang nggak matang, masih ada merah darahnya. Terus teman kita nemuin ada ulat di daun singkongnya,” bebernya.

Senada, Aura siswa kelas 11 Busana, mengatakan hampir satu kelasnya merasakan mulas.
“Kemarin menunya ayam rendang sama sayur daun singkong. Menurut aku sayurnya rada-rada, masih berdarah gitu. Aku malam terus paginya juga mulas, terus mual,” ujarnya.

Nayla dari jurusan Kuliner bahkan ikut membantu menangani teman-temannya.
“Tadi aku nanganin anak-anak juga, beberapa ada yang dirujuk ke RS, puskesmas, ada yang diinfus di sini juga,” katanya.

Karena banyaknya siswa yang sakit, sekolah memulangkan siswa lebih awal. Seharusnya pulang pukul 14.00 WIB, dimajukan jadi pukul 11.00 WIB.

Salah satu orang tua, Ika dari Semarang Barat, awalnya mengira anaknya diare karena makanan di rumah.
“Dari anaknya. Saya kira dari makanan yang saya masak. Diare, sakit perut, lemas. Tadi pagi saya suruh nggak masuk, nggak mau, soalnya dia ada tugas,” kata Ika.

Berti mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinkes Kota Semarang dan Puskesmas Halmahera. Sampel makanan dan muntahan siswa juga telah diamankan untuk diuji lab.

Hingga berita ini ditulis, pihak BGN dan SPPG penyedia MBG di wilayah Semarang Timur belum memberikan keterangan resmi.

Ini bukan kasus pertama dugaan keracunan MBG di Jateng. Sebelumnya di Demak juga viral kasus MBG berupa telur asin utuh bercangkang yang dibumbui.

Pemerintah menargetkan program MBG menyasar jutaan siswa. Namun kasus berulang ini menimbulkan kekhawatiran terkait pengawasan mutu dan standar higienitas dapur penyedia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved