Niat Sedekah Malah Dilakban, Pria Diduga ODGJ Diamankan Warga Di Musala Kalideres
Diterbitkan Sabtu, 25 Juli, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Niat baik berujung salah paham. Seorang pria diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) diikat menggunakan lakban oleh warga di Kampung Tanah Tinggi, RW 07, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, saat hendak bersedekah ke musala, Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Peristiwa ini memicu keprihatinan warga setelah video dan foto pengamanan viral di media sosial.
Berdasarkan keterangan saksi, pengurus musala melihat pria tersebut berjalan mondar-mandir sebanyak tiga kali di area musala.
Karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, pengurus bersama warga kemudian mengamankan pria itu. Tangan dan badannya diikat menggunakan lakban sebelum menyerahkan ke pihak berwajib.
Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang membenarkan kejadian tersebut. Petugas yang sedang patroli rutin langsung menuju lokasi setelah menerima laporan warga.
“Di lokasi, petugas menemukan seorang pria sudah diamankan warga dalam kondisi badan dan tangan terikat lakban,” ujar Rihold, Jumat (24/7/2026) dikutip Antara.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal, terungkap bahwa pria tersebut tidak memiliki niat jahat.
“Ia justru bermaksud bersedekah dengan meninggalkan sebuah bungkusan berisi baju kaos dan satu unit telepon seluler yang sudah tidak berfungsi di musala,” kata Rihold.
Sayangnya, sebelum sempat meletakkan barang tersebut, warga lebih dulu mengamankannya karena menganggap gerak-geriknya mencurigakan.
BACA JUGA:
Febrie Ardiansyah Resmi Jadi Tersangka TPPU dan Ditahan, Babak Baru Kasus Jumbo Mantan Jampidsus
Selain bungkusan sedekah, polisi juga mengamankan sejumlah barang milik pria tersebut:
1. 1 unit sepeda motor Honda Revo bernomor polisi B-4946-BDH beserta kunci
2. Dokumen pribadi: KTP, SIM C, dan STNK
3. 1 buah dompet berwarna hitam
Saat ini pria tersebut telah diserahkan ke Unit Riksa Tim 1 Polsek Kalideres untuk pendataan dan penanganan lebih lanjut.
Polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak keluarga maupun instansi sosial terkait guna memastikan kondisi kejiwaannya dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Kompol Rihold mengimbau warga agar tidak main hakim sendiri. Jika menemukan orang dengan perilaku mencurigakan, sebaiknya segera melapor ke RT/RW atau kepolisian agar bisa ditangani secara humanis.
“Kami mengapresiasi kepedulian warga, namun penanganan ODGJ harus tetap memperhatikan aspek kemanusiaan,” tutupnya. ***
