NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Kasus Penyerangan Membabi Buta Di Komplek LP3T Desa Leuntolu, Korban Tolak Mediasi Jika Pelaku Belum Ditangkap

Listen to this article

Diterbitkan Kamis, 14 November, 2024 by NKRIPOST

Rumah TKP Kasus Penyerangan Membabi Buta Di Komplek LP3T Desa Leuntolu, Belu.

NKRIPOST BELU – Kasus penyerangan membabi buta di komplek LP3T masih terus bergulir, hinggas saat ini korban masih menolak mediasi yang diupayakan oleh pemerintah Desa dan pihak keamanan setempat.

“Kami sudah melakukan laporan ke Polres Belu, oleh karena itu sementara kami menolak upaya mediasi jika para pelaku belum ditangkap. Ucap Abilio salah satu korban yang rumahnya diruask dan dibakar oleh oknumn tidak bertanggung jawab.

Sementara itu beberapa korban lainnya juga mengatakan hal yang sama, yakni mereka hanya akan terima proses mediasi jika para pelaku telah ditangkap dan diamankan di Polres Belu.

“Saya mendukung upaya mediasi yang sedang diupayakan, tetapi sebelum pelaku ditangkap saya tetap menolak upaya mediasi. Laporan sudah masuk ke Polres, jika mau mediasi maka tangkap para pelaku kemudian hubungi kami untuk proses mediasi” tegas Jumadil.

Salah satu korban lainnya, Nona Seran pun mengungkapkan pendapat serupa, Ia bahkan mengungkapan betapa sakit hatinya dengan perilaku tak terpuji oleh para oknum yang bertindak sesuka hati tanpa mempertimbangkan nilai etika dan moral, apalagi salah satu pelaku berprofesi sebagai guru.

“Saya pribadi sependapat dengan korban yang lain, tangkap dulu mereka baru kami mediasi. Saya sangat sakit hati dengan tindakan mereka, bayangkan mereka masuk rumah saya tanpa izin, saat itu suami saya sedang tidak di rumah, hanya saya dengan anak – anak, Kami juga tidak punya masalah dengan siapapun. Tindakan mereka tidak hanya melanggar hukum tetapi tidak bermoral dan melanggar nilai – nilai etika, apalagi dari sekian banyak pelaku salah satunya berprofesi sebagai guru, Jelas Nona Seran.

Berikut daftar nama beberapa pelaku yang namanya telah dilaporkan oleh pihak korban ke Polres Belu pada Rabu 13/11/2024 : Rendy, Emes, Asengko, Ary, Hans, Dus Laka, Frans, Rio dan Dodi.

Rumah Rusak. (Ist)

BACA JUGA:

Sekelompok Pemuda Serang Warga Komplek LP3T Desa Leuntolu Belu Secara Membabi Buta, Rumah Rusak Berat

Lapor Mas Wapres!! Eks Tekoda Sujud Tangis di Kaki Bupati Belu, Gegara Tak Lolos Seleksi PPPK Karena Nama Di Databes Kemenpan RB

Pupus Harapan Ratusan Eks Teko Kabupaten Belu Jadi PPPK, Meski Sujud Bersimpuh Sembari Menangis Di Kaki Bupati

Diberitakan sebelumnya, sekelompok pemuda menyerang dan membakar rumah warga komplek LP3T, Dusun Webutak, Desa Leuntolu Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT) secara membabi buta pada selasa 12 November 2024 sekitar pukul 19 wita.

Akibat dari aksi brutal tersebut mengakibatkan 2 buah rumah rusak berat dan separuh terbakar, namun tidak ada korban jiwa karena pemilik rumah sedang tidak berada di rumah pada saat kejadian.

“Pada saat kejadian saya sedang mengikuti acara resepsi pernikahan sepupu saya di Desa Aubulak Desa Tasaen, kemudian saya diberitahu oleh teman dan tetangga bahwa ada penyerangan di komplek dan rumah saya hancur, sementara saya tidak tahu apa penyebabnya” Jelas Abilio.

Sementara itu salah satu korban lainnya, Tyson berada di rumahnya dan tiba – tiba mendengar suara teriak disertai lemparan batu ke rumahnya, Ia lalu bergegas membawa istri dan anaknya pergi dari rumah.

“Saya sedang baring sama anak saya dan istri, tiba – tiba ada suara teriakan orang banyak di luar sambil melempar rumah saya, akhirnya saya cepat – cepat membawa anak dan istri pergi ke rumah ipar saya, kemudian saya balik lagi dan rumah saya sudah hancur” Jelas Tyson ketika ditemui di lokasi kejadian.

BACA JUGA:

Pupus Harapan Ratusan Eks Teko Kabupaten Belu Jadi PPPK, Meski Sujud Bersimpuh Sembari Menangis Di Kaki Bupati

Viral, Mahasiswa Ibadah Rosario Di Tangsel Diserang Warga, Ini Kata Polisi

Heboh..! Video Adegan Ranjang Perangkat Desa Tiduri Istri Kades di Belu Terbongkar

Berdasarkan pantauan NKRI Post, hingga saat ini pihak korban telah melakukan laporan terhadap kejadian tersebut di Polres Belu dengan beberapa pelaku yang sempat dikenal warga pada saat melakukan penyerangan.

“Kami telah melaporkan kejadian malam tadi di Polres Belu, dengan beberapa pelaku yang sempat kami kenal antara lain
Rendy, Emes, Asengko, Ary, Hans, Dus Laka, Frans, Rio, Dodi, mereka ini kebetulan masih satu desa, dan itu yang kami lihat malam tadi” Jelas beberapa orang saksi yang enggan menyebutkan nama mereka.

Sementara itu satu orang saksi lainnya juga menjelaskan bahwa dari sekian pelaku yang telah terlapor, salah satunya berprofesi sebagai seorang guru dan mengajar di SD Tali Oan, Desa Rafae.

“Mereka semua ini salah satunya adalah berprofesi sebagai guru yang saat ini sedang mengajar di salah satu SD Tali Oan Desa Rafae, kecamatan Raimanuk” JelasNya (SN)

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved