Ditemukan Tewas di Semak RSUD, dr. Alex Tinggalkan Pesan untuk Istri: “Maaf Sayang, Aku Udah Enggak Tertolong Lagi”
Diterbitkan Rabu, 5 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST SIAK — Kepolisian Resor Siak, Riau, menyimpulkan dr. Alex Cristo Loris (30) tewas karena bunuh diri. Dokter yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis – PPDS Anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak itu ditemukan meninggal di semak belukar samping rumah sakit pada Selasa (14/7/2026).
Hasil penyelidikan polisi menyebut Alex mengakhiri hidupnya dengan cara suntik mati menggunakan obat anestesi.
Pesan Terakhir untuk Istri
Penyidik menemukan ponsel milik korban. Di dalamnya ada pesan yang belum sempat terkirim untuk istrinya, dr. YM (31).
Isinya: “Maaf sayang, aku udah enggak tertolong lagi“.
Selain itu, polisi juga menemukan riwayat keluhan korban terkait utang pinjaman online, indikasi penggunaan uang berlebihan, serta catatan pribadi yang masih terkunci di HP-nya.
“Hasil pemeriksaan psikologi forensik menunjukkan korban diduga mengalami tekanan psikologis yang dipicu oleh akumulasi berbagai persoalan,” kata Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais, Selasa (4/8/2026) malam.
Menurut polisi, ada 3 faktor utama yang memberatkan Alex:
1. Tekanan finansial: Terlilit utang pinjol
2. Beban pendidikan PPDS: Tuntutan akademik dan jam kerja yang berat
3. Tanggung jawab keluarga: Korban dan istri sama-sama bertugas di RSUD Tengku Rafian
Sebagai peserta PPDS Anestesi, Alex memiliki pengetahuan dan akses terhadap obat-obatan anestesi. Hal ini yang kemudian mempermudah korban melakukan tindakan tersebut.
BACA JUGA:
Dokter Spesialis Anestesi Magang Ditemukan Tewas di Lahan Kosong Samping RSUD Tengku Rafian Siak
Kronologi Penemuan Jenazah
Alex terakhir kali terlihat di CCTV berjalan kaki keluar dari RSUD melalui Pos Security II menuju Jalan Raja Kecik pada *Senin, 13/7/2026 pukul 17.30 WIB.
Sejak itu, ia tidak bisa dihubungi. Istri korban yang juga dokter di RSUD yang sama sempat mencari dan menghubungi rekan sejawat, namun tidak ada yang tahu keberadaannya.
Jenazah baru ditemukan Selasa, 14/7/2026 sekitar pukul 11.30 – 12.23 WIB oleh petugas keamanan dan sopir ambulans saat menyisir semak di luar pagar RSUD.
Korban ditemukan dalam posisi terlentang, sekitar 5 meter dari pagar atau 30 meter dari Jalan Raja Kecik. Di sampingnya ada tas sandang hitam berisi alat medis, dompet, HP, dan ID Card RSUD Tengku Rafian.
“Masih dalam penyelidikan dan pengumpulan keterangan saksi-saksi. Jenazah telah dibawa ke RSUD Tengku Rafian untuk keperluan autopsi,” kata Kasi Humas Polres Siak Aiptu Dedek Prayoga saat itu.
Suasana haru terjadi saat istri korban datang ke lokasi dan memeluk jenazah sambil menangis.
Kabar ini mengejutkan civitas RSUD Tengku Rafian. Rekan sejawat menyebut Alex adalah pribadi pendiam dan rajin. Belum lama ia menjalani masa magang PPDS di rumah sakit tersebut.
Kasus ini kembali menyorot tekanan yang dihadapi peserta PPDS di Indonesia. Kombinasi beban akademik, finansial, dan jam kerja sering menjadi pemicu masalah kesehatan mental.
Polres Siak memastikan tidak ada unsur pidana dalam kematian ini. Berkas perkara telah dihentikan karena korban meninggal dunia.***
