Dari Dasar Jurang Terjal: Satgas Habema Evakuasi Jenazah Korban KKB di Yahukimo untuk Dimakamkan Keluarga
Diterbitkan Sabtu, 1 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAYAPURA – Satgas Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi jenazah Teina Alya, korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata / KKB, dari dasar jurang di sekitar Kali Kolof, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat, 31 Juli 2026.
Evakuasi dilakukan dengan teknik rappelling / turun tebing karena medan yang sangat curam dan berbahaya.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. Wirya Artadiguna, mengatakan korban diduga ditembak KKB pada Senin, 20 Juli 2026. Teina Alya merupakan satu dari tiga korban dalam insiden penembakan tersebut.
Jenazah baru bisa ditemukan setelah keluarga korban pada Senin, 27 Juli 2026 meminta bantuan TNI untuk proses evakuasi agar dapat dimakamkan secara layak.
“Hasil pemantauan menggunakan pesawat nirawak / drone menunjukkan jenazah berada di dasar longsoran Kali Kolof sedalam sekitar 50 meter dan berjarak sekitar 100 meter dari lokasi penembakan,” jelas Wirya di Jayapura.
Karena lokasi berada di jurang terjal, personel Satgas Habema terlebih dahulu memastikan keamanan area dari potensi gangguan KKB.
Selanjutnya, tiga personel diturunkan ke dasar jurang menggunakan tali karmantel dengan teknik turun tebing.
“Tiga personel Satgas Koops TNI Habema diturunkan menggunakan tali karmantel menuju dasar jurang, kemudian mengevakuasi korban ke dalam kantong jenazah untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Dekai dan diserahkan kepada keluarga,” kata Wirya.
Proses evakuasi memakan waktu cukup lama karena akses yang sulit dan kondisi medan yang licin.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Teina Alya dibawa ke RSUD Dekai untuk identifikasi awal. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Hingga saat ini, 2 korban lainnya dari insiden 20 Juli 2026 masih dalam proses pencarian oleh Satgas Habema bersama aparat gabungan.
Letkol Wirya menegaskan, Satgas Habema akan terus melakukan pengamanan wilayah dan membantu masyarakat terdampak konflik bersenjata di Papua Pegunungan.
“TNI berkomitmen melindungi warga sipil dan memastikan proses kemanusiaan berjalan, termasuk evakuasi korban,” tegasnya.
BACA JUGA:
Dibawah Teror OPM dan Medan Ekstrem, Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi 2 Jenazah Korban Kekerasan Di Yahukimo

Diberitakan sebelumnya di tengah ancaman gangguan Kelompok Separatis Teroris (KST) TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka, Prajurit Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi 2 jenazah warga sipil korban aksi kekerasan di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (24/7/2026).
Operasi kemanusiaan ini dilakukan dengan pengamanan ketat mengingat situasi daerah yang masih rawan dan kondisi medan pegunungan yang ekstrem.
Jenazah kedua korban diketahui berada di bawah Jembatan Kali Ahom, tidak jauh dari lokasi penembakan di ruas Jalan Trans Papua.
Tim gabungan Koops TNI Habema yang terdiri dari unsur evakuasi dan pengamanan bergerak menuju lokasi dengan penuh kehati-hatian. Medan terjal, cuaca buruk, dan debit sungai yang tinggi menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
Saat tim bergerak mendekati lokasi, keberadaan OPM terdeteksi. Kontak tembak sempat terjadi antara personel TNI dengan kelompok bersenjata di sekitar area kejadian.
Meski dalam tekanan, prajurit Koops TNI Habema tetap mengutamakan keselamatan tim dan kelancaran misi kemanusiaan. Setelah situasi berhasil dikendalikan dan dinyatakan aman, proses evakuasi dilanjutkan.
“Personel kami tidak mundur selangkah pun. Keselamatan warga sipil adalah prioritas utama, meskipun harus berhadapan langsung dengan kelompok bersenjata,” tegas sumber di lapangan.
Dua jenazah korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke RSUD Dekai untuk proses identifikasi dan visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.***
