Kisah Unik Perintah Pertama Soekarno Sejak Sah Jabat Presiden RI, Ternyata!
Diterbitkan Selasa, 9 Januari, 2024 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Soekarno, ia dikenal sebagai sosok yang mewakili rakyat Indonesia untuk membacakan teks proklamasi.
Tidak sendirian, Soekarno kala itu ditemani oleh sejawatnya yaitu Mohammad Hatta atau Moh Hatta.
Sehingga, Soekarno dan Moh Hatta pun kemudian identik sebagai ikon kemerdekaan Indonesia.
Selain dikenal sebagai proklamator, Bung Karno juga kemudian hari dilantik sebagai presiden pertama Indonesia.
BACA JUGA:
Ternyata Ini Alasan Orde Baru Kerap Tuduh Soekarno Terlibat Dalam G30S PKI
Ada kisah menarik nan unik di balik penobatannya sebagai presiden pertama Indonesia tersebut.
Sebagaimana dilansir dari buku “Soekarno Poenja Tjerita”, kisah unik tersebut terjadi beberapa saat setelah Bung Karno dipilih jadi presiden.
Dalam buku tersebut, dikisahkan mengenai perintah pertama yang keluar dari sosok presiden yang baru dipilih itu.
Perintah pertama yang keluar dari mulut Bung Karno bukanlah untuk membentuk kabinet atau menandatangani dekrit.

BACA JUGA:
Soekarno Ngaku Ragu Masuk Surga Saat Diwawancarai Cindy Adams, Ternyata Ini Alasannya!
Siapa yang menyangka, justru perintah pertama dari Soekarno ialah memanggil tukang sate dan memesan lima puluh tusuk.
“Percayakah Anda bahwa perintah pertama presiden pertama Republik Indonesia saat itu ‘sate ayam lima puluh tusuk!’,” tulis dalam buku tersebut.
Diceritakan bahwa kejadian tersebut berlangsung ketika Bung Karno tengah perjalanan pulang setelah terpilih jadi presiden.
Di tengah perjalanan tersebut, ia kebetulan berpapasan dengan seorang tukang sate dan sontak memesannya sebanyak 50 tusuk sate ayam.
Usai memesan sate ayam tersebut, Bung Karno pun memakannya dengan lahap di dekat sebuah selokan.
Ternyata, kebiasaannya untuk memakan sate di pinggir jalan tersebut terbawa hingga ia menjabat beberapa sebagai presiden.
BACA JUGA:
Soekarno Punya 9 Istri, Kenapa Jokowi Tidak Berani Poligami?
Meski Bung Karno bisa saja memesan sate ke bagian dapur istana, tetapi tetap ia menginginkan untuk memesan dari penjual sate di pinggir jalan.
Sejumlah pengawal dari Bung Karno pernah menceritakan momen di mana sang proklamator pergi ke luar istana.
Ia mengajak para pengawalnya sekitar satu atau dua orang untuk menemaninya sekedar membeli sate di pinggir jalan.
Bung Karno pun disebutkan melakukan penyamaran, di mana ia mengenakan pakaian ala kadarnya.***(hops)
