Bupati Willy Lay: Kita Harus Benahi APBD Agar Pembangunan Belu Makin Cepat
Diterbitkan Selasa, 28 Juli, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST ATAMBUA – Pemerintah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini tengah memfokuskan perhatian pada penataan keuangan daerah yang dinilai menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan infrastruktur.
Bupati Belu Willybrodus Lay menyebut salah satu persoalan krusial adalah tingginya porsi belanja pegawai yang masih jauh melampaui batas ketentuan.
Bupati Willy Lay mengungkapkan, belanja pegawai Kabupaten Belu saat ini mencapai sekitar 46 persen dari total APBD.
“Padahal, ketentuan yang berlaku mengamanatkan agar belanja pegawai tidak melebihi 30 persen,” kata Willy Lay dilansir rri.co.id, Selasa (28/7/2026).
Kondisi tersebut berdampak langsung pada minimnya ruang fiskal pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan fisik dan pelayanan publik lainnya.
Selain belanja pegawai, Bupati juga menyoroti masih rendahnya alokasi anggaran untuk infrastruktur.
Berdasarkan ketentuan, idealnya belanja infrastruktur mencapai 40 persen dari total APBD. Namun saat ini realisasi di Kabupaten Belu masih berada di bawah target tersebut.
“Karena itu, saya meminta seluruh perangkat daerah mulai memikirkan langkah-langkah strategis untuk mengatasi persoalan ini agar struktur APBD menjadi lebih sehat dan mampu mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujarnya.
Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, Willy Lay menyebut skema pinjaman daerah bisa menjadi salah satu alternatif sesuai peraturan perundang-undangan.
“Pinjaman daerah merupakan salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan sesuai dengan aturan yang berlaku. Skema ini diharapkan mampu membantu pembiayaan pembangunan infrastruktur sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi lebih cepat,” ucapnya.
BACA JUGA:
Pemkab Belu Gandeng UGM Tata Atambua Jadi Beranda Terdepan NKRI, Bupati Willy Lay: Bisa Kita Sulap
Ia meminta Pj Sekda Kabupaten Belu untuk mengoordinasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar melakukan kajian komprehensif terkait opsi tersebut.
“Kita harus menyiapkan seluruh kajian dan persyaratan secara matang sehingga apabila opsi pinjaman daerah dipilih, seluruh prosesnya berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Pemkab Belu berharap melalui penataan komposisi belanja dan optimalisasi sumber pembiayaan yang sah, pembangunan infrastruktur dapat terus dipercepat.
Bupati menegaskan komitmennya membangun struktur APBD yang lebih sehat agar mampu mendukung peningkatan pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
“Dengan struktur APBD yang semakin baik dan pembiayaan pembangunan yang lebih kuat, kami optimistis pembangunan infrastruktur dapat dipercepat demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Belu,” pungkasnya.***
BACA JUGA:
Program Satu Desa Satu Sumur Bor, Bupati Belu Willy Lay Pimpin Langsung Tinjau Sumber Air di Sadi
