Bendahara GAPOKTAN Rambah Jaya Diduga Kangkangi Permentan, Pupuk Subsidi Dijual Diatas HET
Diterbitkan Rabu, 1 Juni, 2022 by NKRIPOST

Sebelumnya Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan alokasi anggaran untuk pupuk subsidi tahun anggaran 2022. Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 771/KPTS/SR.320/M/12/2021 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2022.
Berdasarkan alokasi tersebut, pupuk Urea dialokasikan sebanyak 4.232.704 ton, SP-36 sebanyak 541.201 ton, ZA sebanyak 823.475 ton, NPK sebanyak 2.470.445 ton, NPK Formula Khusus sebanyak 11.469 ton, Organik Granul sebanyak 1.038.763 ton dan organik Cair sebanyak 1.870.380 ton.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta petani bijak menggunakan pupuk subsidi. Jika petani bijak menggunakan pupuk secara berimbang, produktivitas pertanian dipastikan tetap bisa dipertahankan. Ia mengoptimalkan petani mengoptimalkan pupuk yang ada.
“Jika pupuk digunakan dengan baik, otomatis produktivitas meningkat kendati alokasi pupuk bersubsidi pada 2022 tidak permintaan dari petani,” imbuhnya disadur dari Pripos, Rabu (1/6/2022)
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan bahwa penetapan alokasi pupuk ini dilakukan oleh gubernur di tingkat provinsi dan oleh bupati/walikota untuk penetapan tingkat kab/kota.
”Pemerintah daerah bertanggung jawab atas penyampaian pupuk bersubsidi, maka dari mulai pengalokasikan semua pihak harus terlibat”, jelas Ali.
Dikatakan Ali, bahwa pada tahun 2022 alokasi pupuk pangan seluruhnya untuk sektor tanaman, hortikultura, perkebunan dan peternakan.
“Pada daerah yang produktivitasnya sudah tinggi, subsidi pupuk berperan untuk mempertahankan produktivitas agar tidak turun,” katanya.
BACA JUGA:
Kapolri Bersama Mentan Bahas Swasembada Beras Hingga Pendistribusian Pupuk Subsidi
BLT Dana Desa Saenama Rinhat 2 Bulan Belum Di Bagi, Surat Kadis PMD Dicuekin
Pemerintah Tambah Alokasi Pupuk Bersubsidi
Ali berharap pupuk yang telah terdistribusi bisa maksimal mungkin. Apa yang terbaik saat ini, Kementan tengah menggerakkan percepatan tanam untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Menurut Ali, untuk mendukung program tersebut, PSP harus terus mendistribusikan pupuk bersubsidi. Dengan begitu, petani bisa tanam terus dan produksi bahan pangan bisa terus tersedia.
“Distribusi distribusi pupuk bersubsidi harus didukung data akurat berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK),” ujarnya.
Direktur Pupuk dan Pestisida Ditjen PSP Kementan, Muhammad Hatta menuturkan, sedapat mungkin distribusi pupuk harus memenuhi enam prinsip utama yang sudah dicanangkan atau disebut 6T, yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu.
“Agar bisa memenuhi prinsip 6T, Kami terus mengawal dan membenahi sistem pendistribusian pupuk subsidi. Di antaranya lewat e-RDKK dan penerapan kartu tani serta memperketat pengawasan,” terang Hatta.
Di sisi lain, PT Pupuk Indonesia (Persero) atau PI memastikan stok pupuk subsidi tahun ini telah tersedia di gudang-gudang di berbagai daerah. Hal ini disampaikan Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal saat inspeksi ke gudang penyangga di Klaten, Jawa Tengah. (Ryan)
