Serena Francis: Jambore Pramuka NTT Tak Sekadar Budaya, Tapi Juga Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Diterbitkan Senin, 3 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST KUPANG – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis menilai pelaksanaan Karnaval Budaya Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka NTT 2026 memberikan dampak ganda. Selain melestarikan budaya dan membentuk karakter, kegiatan ini juga terbukti membangkitkan perekonomian lokal.
Karnaval yang berlangsung Sabtu (1/8/2026) menempuh rute dari Rumah Jabatan Gubernur NTT hingga Saboak Taman Nostalgia ini diikuti sekitar 5.000 peserta. Mereka terdiri dari kontingen 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-NTT serta ribuan Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega dari Gugus Depan se-Kota Kupang.
Serena mengatakan Pemerintah Kota Kupang mendukung penuh pelaksanaan Jamda 2026. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikerahkan untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
Mulai dari pengaturan lalu lintas, kebersihan, kesehatan, keamanan, hingga penataan kawasan kegiatan.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta dan masyarakat yang mengikuti maupun menyaksikan karnaval mendapatkan pelayanan terbaik. Sinergi seluruh perangkat daerah menjadi bagian penting dalam menyukseskan Jambore Daerah NTT 2026,” ujar Serena.
Menurut Serena, kehadiran ribuan peserta dan masyarakat di sepanjang rute karnaval memberikan dampak ekonomi nyata.
Kawasan Saboak Taman Nostalgia yang menjadi titik akhir kegiatan dipadati pengunjung. Akibatnya pedagang kuliner, kriya, dan jajanan lokal mengalami peningkatan penjualan signifikan dibanding hari biasa.
BACA JUGA:
Bupati Belu Willy Lay Lepas 77 Kontingen Pramuka Menuju Jamda X NTT dan Jamnas XII, Ini Pesan Tegasnya!
Tidak hanya itu, jasa transportasi lokal, ojek, angkot, dan usaha perparkiran juga ikut merasakan manfaat dari meningkatnya mobilitas peserta dan masyarakat.
“Karnaval budaya ini membuktikan bahwa kegiatan kepramukaan tidak hanya fokus pada pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Kupang,” kata Serena.
Selain menampilkan pakaian adat dan tarian khas dari 17 kabupaten/kota di NTT*, setiap kontingen juga menyampaikan pesan sosial lewat atraksi dan kreativitas.
Isu yang diangkat sangat beragam, antara lain:
1. Pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah
2. Literasi digital dan adaptasi perubahan iklim
3. Pencegahan stunting dan perlindungan anak
4. Ketahanan pangan hingga pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman
Serena menilai perpaduan budaya dan pesan pembangunan ini menunjukkan peran strategis Gerakan Pramuka sebagai agen perubahan.
“Ini membuktikan Pramuka mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cinta budaya, tetapi juga peduli terhadap persoalan sosial di daerah,” ujarnya.
Tentang Jamda NTT 2026
Jambore Daerah Gerakan Pramuka NTT 2026 merupakan agenda lima tahunan yang menjadi wadah pembinaan bagi Pramuka Penggalang se-Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat jati diri Pramuka, mempromosikan budaya NTT, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui event berskala besar.**
