Gandeng Pasukan Brimob, TNI, Polri dan BNNK, Lapas Narkotika Pematangsiantar Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine, Hasilnya Nihil HP dan Narkoba
Diterbitkan Selasa, 22 September, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST PEMATANG RAYA – Komitmen mewujudkan Lapas bersih dari peredaran Handphone, Pungli dan Narkoba (Halinar) terus diperkuat. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar menggelar razia gabungan dan tes urine serentak bersama Aparat Penegak Hukum (APH), Selasa (22/09/2026).
Kegiatan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) ini melibatkan kekuatan penuh, yakni Pasukan Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumatera Utara, Polres Simalungun, Kodim 0207/Simalungun, BNNK Simalungun, serta seluruh jajaran petugas Lapas Narkotika Pematangsiantar.
Pelaksanaan razia ini merupakan tindak lanjut tegas atas 3 Kunci Pemasyarakatan Maju + Back to Basics dan arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) untuk memastikan Lapas steril dari barang terlarang.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar, Pujiono Slamet, A.Md.I.P., S.E., M.Si., memimpin langsung kegiatan bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) M. Kurniawan, pejabat struktural, dan tim gabungan.
Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh dan humanis pada blok serta kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Petugas menyisir setiap sudut ruangan, plafon, saluran air, dan area-area yang dinilai riskan menjadi tempat penyimpanan barang terlarang.
Dari hasil penggeledahan mendalam tersebut, petugas berhasil menyita sejumlah barang yang dilarang berada di dalam kamar hunian karena berpotensi menimbulkan gangguan kamtib, seperti mancis/korek api, instalasi kabel liar, sendok besi, piring kaca, cermin kaca, pisau rakitan, hingga kawat.
Namun yang terpenting, tim gabungan memastikan TIDAK MENEMUKAN adanya barang bukti Handphone (HP) maupun Narkoba dari seluruh area blok dan kamar hunian yang diperiksa. Hasil ini menjadi capaian positif bagi Lapas Narkotika Pematangsiantar.
Selain razia fisik, kegiatan juga diperkuat dengan pemeriksaan urine sebagai langkah antisipasi dan deteksi dini penyalahgunaan narkoba.
Sebanyak 100 orang WBP diambil sampel urinenya secara acak, disusul pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh pegawai Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar.
Hasil tes urine menunjukkan seluruh sampel yang diperiksa, baik WBP maupun pegawai, dinyatakan NEGATIF narkoba. Hasil ini makin mempertegas komitmen Lapas dalam menjaga sterilitas lingkungan kerja dan hunian dari narkoba.
Kalapas Pujiono Slamet menegaskan bahwa razia gabungan dan tes urine ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat pengawasan serta memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan sesuai petunjuk pimpinan.
“Kegiatan ini bukan hanya menyasar warga binaan, tetapi juga pegawai guna menjaga integritas bersama. Kami ingin memastikan Lapas Narkotika Pematangsiantar benar-benar bersih dari Halinar. Keterlibatan unsur TNI, Polri, Brimob, dan BNNK Simalungun menjadi wujud nyata sinergi lintas instansi yang sangat kami apresiasi,” tegas Kalapas Pujiono.
BACA JUGA:
Sementara itu, Ka. KPLP M. Kurniawan beserta jajaran pengamanan memastikan seluruh rangkaian penggeledahan berlangsung tertib, aman, dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Setiap barang hasil penertiban langsung didata, diinventarisir, dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan sebagai bahan evaluasi pengamanan ke depan.
Dengan sinergi yang kuat ini, diharapkan sistem pengawasan semakin kokoh demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif, serta mendukung program pembinaan warga binaan secara optimal.
Keseluruhan rangkaian kegiatan razia gabungan dan tes urine berakhir dengan lancar, aman dan kondusif.
*(AVID / Tim NKRIpost.co)
