PETI Masih Merajalela di 6 Kabupaten Jambi, DPRD Angkat Suara: Kenapa Tambang Emas Rakyat Tidak Ada?
Diterbitkan Selasa, 14 Juli, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAMBI – Pertambangan Emas Tanpa Izin alias PETI belum mati di Jambi. Aktivitas ilegal itu masih ditemukan di 6 kabupaten dan membuat DPRD Provinsi Jambi angkat suara.
Wakil Ketua DPRD Jambi Ivan Wirata menyebut, laporan PETI terus masuk dari media dan masyarakat.
“Kami desak aparat segera tindak tegas dan terukur. PETI ini rugikan PAD dan hancurkan lingkungan. Lihat saja Sungai Batanghari, sudah mulai tercemar. Padahal itu sumber air baku PDAM,” tegas Ivan, Selasa (14/7/2026).
Berdasarkan data, titik panas PETI ada di: Tebo, Bungo, Merangin, Batanghari, Sarolangun, dan Kerinci.
Paling parah di Desa Teluk Langkap, Kec. Sumay, Kabupaten Tebo. Walhi Jambi mencatat ada sekitar 300 unit dompeng beroperasi di Sungai Batanghari.
Dampaknya: 12.202 hektare hutan rusak dan air Sungai Batanghari tercemar.
Ivan menilai penindakan saja tidak cukup. Negara harus hadir dengan regulasi.
“Sebenarnya bisa dilegalkan. Ada aturannya. Tapi realisasinya mana? Kalau migas ada ‘sumur rakyat’, kenapa tambang emas rakyat tidak ada? Selama belum ada legalitas, PETI harus dituntaskan,” katanya.
DPRD minta Polda Jambi kejar target “Zero PETI”.
BACA JUGA:
Viral!! Kapolres Bungo Bersama Tim Gabungan Razia Tambang Emas Ilegal Dihadang Ratusan Massa
Terpisah, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji menegaskan tidak akan tebang pilih.
“Siapa pun yang terlibat akan diproses tegas. Kapolda sudah perintahkan perkuat penyelidikan, pemetaan, dan penindakan di semua titik,” ujar Erlan. —
BACA JUGA:
Tambang Emas Tanpa Izin di Sungai Telang Bungo Berhasil Di Tertibkan Polda Jambi
Tambang Emas Ilegal di Merangin Jambi Digrebek Polisi, Tujuh Orang Ditangkap
