NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Inspektorat Kabupaten Labuhanbatu Diminta Audit Pengunaan Dana BOS SDN 08 Pangkatan

Listen to this article

Diterbitkan Jumat, 5 Juni, 2026 by NKRIPOST

Plafon SDN 08 Kecamatan Pangkatan

NKRIPOST.CO LABUHANBATU – Diminta Inspektorat Kabupaten Labuhanbatu mengaudit penggunaan dana BOS SDN 08 tahun anggaran 2025 Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu Propinsi Sumatera Utara (Sumut). Pasalnya, ada kejanggalan pengunaan dana BOS pada pos Pemeliharaan sarana dan prasarana.

Dari sumber yang layak dipercaya, tahun 2025, SDN 08 Kecamatan Pangkatan mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana pada semester pertama sebesar Rp 28.048.000 dan semester ke dua sebesar Rp 22.895.650 sedangkan anggaran dana BOS sekolah tersebut ditahun 2025 sebesar Rp 97.880.000.

Walaupun anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sekitar 50 persen dari dana BOS, namun masih ada plapon sekolah yang kelihatan sudah beberapa tahun belum diperbaiki. Begitu juga dengan beberapa kaca jendela nako ruang kelas yang sudah tidak lengkap kerena belum diganti.

Dari keterangan N br Siregar kepala sekolah SDN 08 Kecamatan Pangkatan menyatakan bahwa perbaiki plapon dan kaca nako akan diperbaiki di tahun 2026. Kamis (4/ujarnya.

“Ditahun 2025, tidak ada rehab rehab kecil. Karena itu tidak dianjurkan”,ujarnya.

BACA JUGA:

Pengunaan Dana BOS SDN 05 TA 2025 Kecamatan Bilah Hulu Dipertanyakan

Anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah tahun anggaran 2025 sudah digunakan untuk pembangunan pagar sekolah yang dilakukan secara bertahap sejak dirinya menjabat sebagai kepala sekolah tiga tahun lalu.

“Rehab itu bermacam-macam. Kalau sarana dan prasarana kami gunakan untuk pembangunan pagar sekolah. Jadi tidak ada anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana digunakan untuk ke rehab kecil. Rencananya ditahun 2026 kami rencanakan untuk rehab kecil sekolah seperti plafon dan meja yang rusak. “ujarnya sambil menghunjuk pagar pembatas sekolah dengan salah satu SDN berbeda.

Menjadi pertanyaan, pagar sekolah yang menjadi pembatas dua sekolah itu terlihat ada yang dibangun dengan batu bata yang warna catnya sudah pudar dan diatasnya dibangun dengan batako yang terlihat sudah nyaris keropos karena belum dilapisi dengan semen dan pasir (plester). (ACD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. MINANGKABAU TIMUR NO. 19 A, KEL. PS. MANGGIS, KEC. SETIABUDI KOTA JAKARTA SELATAN - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved