Wabup Belu Pantau Lahan Pertanian di Lookeu: Tanaman Hortikultura Lebih Menjanjikan
Diterbitkan Jumat, 5 Mei, 2023 by NKRIPOST

NKRIPOST. BELU – Ekspansinya pangsa pasar hasil pertanian di Kabupaten Belu terus mendorong pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu untuk meningkatkan keahlian para petani Hortikultura melalui pendamping atau penyuluh pertanian.
Dengan pendampingan yang intensif kepada para kelompok tani yang sedang berkembang tanaman hortikultura sehingga meningkat kualitas daripada hasil pertaniannya dan secara otomatis pendapatan para petani bertambah.
“Tanaman hortikultura lebih menjanjikan untuk menambah pendapatan petani dengan biaya operasional lebih rendah dan bisa cepat panen sehingga perputaran uang juga lebih cepat,”ungkap Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleseren saat memantau lahan pertanian hotikultura di Lookeu, Tastim, Rabu, 03 Mei 2023.
Pada kesempatan itu, Wabup Belu, menyampaikan terima kasih kepada para petani yang sudah bekerja keras dan sukses mengembangkan tanaman hortikultura di Kabupaten belu.
Dari hasil pertanian ini akan diekspor keluar melalui Perusahaan Umum daerah (Perumda) Belu Bhakti khususnya ke Negara Timur Leste.
Dijelaskan Wabup Belu, bahwa kelompok Tani Fohilor beranggotakan 12 orang dan menanam 40.000 ribu anakan pohon tomat.
” kita berharapkan kelompok tani ini dapat memproduksi 40 ton atau sekitar 40 ribu kilogram tomat,”ujarnya.
selain itu, lanjut Wabup belu, usaha penjualan tanaman hortikultura tomat oleh Kelompok Tani Foholor telah digunakan untuk budidaya ternak sapi dan kerbau.
“Saat ini, para petani sudah mulai mengembangkan berbagai jenis komoditas hortikultura baik secara kelompok maupun perorangan. Ini membuktikan bahwa petani kita sudah mengerti dan memahami bagaimana menjadi seorang petani yang sukses,” ujarnya.
BACA JUGA:
Bupati Belu Buka Rakor Percepatan Eliminasi Malaria Tingkat Kabupaten Belu, Sampaikan Ini!
Pada kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Tani Foholor Lookeu, Kanisius Fahik Mauk menyampaikan, bahwa ia bersama anggota kelompoknya sudah dua tahun mengembangkan tanaman hortikultura dan sudah mendapatkan hasil yang sangat memuaskan.
“Kami sudah menanam tanaman hortikultura berupa tomat sebanyak 40 ribu pohon di lahan seluas dua hektar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, selama dua tahun melakukan pengembangan tanaman hortikultura, panen pertama sebanyak tujuh keranjang dan panen kedua sembilan belas keranjang dengan harga per keranjang Rp. 350.000 di tahun 2022.
“Hingga saat ini telah terjadi 14 kali panen sehingga kami mendapatkan hasil sekitar Rp.240 juta Rupiah,”terangnya.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang selalu mendukung kelompok tani Foholor Lookeu sehingga diberi motivasi untuk tetap semangat bekerja lewat pendampingan dari pihak Sigenta dan dukungan dana dari Bank NTT. *(Mario)
