Bupati Belu Buka Rakor Percepatan Eliminasi Malaria Tingkat Kabupaten Belu, Sampaikan Ini!
Diterbitkan Selasa, 4 April, 2023 by NKRIPOST

NKRIPOST. BELU, NTT – Trend penurunan kasus malaria di Kabupaten Belu cukup signifikan, hal itu sesuai dengan komitmen eliminasi malaria di Kabupaten Belu yang telah digaungkan sejak 2020 lalu.
Hal itu, disampaikan, Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus pada saat membuka kegiatan rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Eliminasi Malaria Tingkat Kabupaten Belu Tahun 2023-2026, di Aula Hotel King Star Atambua.
Dalam kegiatan itu, turut hadir juga, Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens, melibatkan Instansi lintas sektor seperti Dinas PMD, BP4D, Peternakan, PUPR, Pertanian, Kesehatan, Dinas Kominfo, Belu, Camat se-Kabupaten Belu, para Kepala Puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Belu.
Berdasarkan, Sebelumnya Angka Kesakitan Malaria berdasarkan Annual Paracite Incidence (API) di Kabupaten Belu berkisar antara 1 per 1000 – 5 per 1000 penduduk dan sejak tahun 2020 berhasil diturunkan menjadi 0,12 per 1000 penduduk dan hingga saat ini Belu telah mencapai zero indegenous case.
“Merujuk data Dinas Kesehatan 3 tahun terakhir ini, yakni sejak September 2020 hingga Desember 2022, tidak ditemukan lagi kasus malaria lokal atau indegenous,” ungkap Bupati Belu.
Meski demikian, lanjut Bupati, masih ditemukan kasus positif malaria yang merupakan kasus impor, tetapi itu tidak termasuk dalam hitungan kasus di Kabupaten Belu.
“Kondisi ini menggambarkan bahwa Kabupaten Belu sudah pada tahap persiapan dan akan eliminasi pada tahun 2023 ini. Pencapaian luar biasa ini berkat kerja keras semua pihak sehingga kecenderungan angka kesakitan akibat malaria terus mengalami penurunan hingga menjadi zero case indegenous,” tandasnya.
BACA JUGA:
Wakil Bupati Belu, Serahkan BLT untuk 58 Warga Rinbesihat
Tingkatkan Pembangunan di Perbatasan, Pemkab Belu Adakan FGD
Penguatan Kapasitas, Kantor Imigrasi Belu Gandeng IOM Salurkan Bantuan APD Ke Pos Imigrasi Turiskain
Dalam kesempatan itu, Bupati Belu menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para insan kesehatan dan semua pihak yang telah bekerja dengan caranya masing-masing sehingga Belu mencapai zero case indegenous
“Saya ucapkan terima kasih kepada para pejuang eliminasi malaria, yakni para dokter, para perawat, para bidan, para tenaga analis laboratorium, para sanitarian, para tenaga Promkes dan semua insan kesehatan yang telah berjuang untuk mencapai eliminasi malaria di Kabupaten Belu,” ucapnya.
Tidak hanya insan kesehatan,lanjut Bupati Belu, apresiasi dan ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pihak Rotary Australian Districts, World Community Service, Rotary Club Of Hillarys dan Kupang Central yang selalu setia mendukung dan mendanai setiap kegiatan program malaria sejak tahun 2020 hingga saat ini
“Saya berharap agar pihak rotary tetap membantu tahapan-tahapan pemeliharaan eliminasi malaria hingga tahun 2026 mendatang. Semua elemen masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung proses persiapan eliminasi malaria di Kabupaten Belu, sehingga semua pihak diharapkan untuk berpartisipasi aktif dan mendukung secara penuh kegiatan-kegiatan persiapan menuju assesment pada bulan Oktober mendatang,” ujar Bupati Belu.
Ia juga menghimbau agar semua pihak dapat bekerjasama dan berperan aktif untuk saling mendukung dalam upaya pencegahan dan pengendalian malaria di Kabupaten Belu.
“Saya minta kepada semua OPD terkait, BP4D, Dinas Peternakan, Dinas Pupr, Dinas Pendidikan, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Rumah Sakit, Para Camat dan Para Kepala Puskesmas untuk memberikan perhatian lebih pada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka persiapan eliminasi malaria pada tahun 2023 ini,”tandasnya.*(Mario)

One thought on “Bupati Belu Buka Rakor Percepatan Eliminasi Malaria Tingkat Kabupaten Belu, Sampaikan Ini!”