Cekcok Soal Sertipikat Tanah Berujung Tragis, Ibu 37 Tahun Di Malaka NTT Tewas Dibunuh
Diterbitkan Senin, 3 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST MALAKA – Polres Malaka bergerak cepat menangani kasus dugaan tindak pidana pembunuhan yang terjadi di Desa Tesa, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Minggu (2/8/2026) kemarin.
Tak sampai 24 jam setelah laporan masuk, aparat berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial BB (52) dan langsung melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap perkara tersebut secara tuntas.
Peristiwa itu menimpa TB (37), seorang perempuan warga Desa Tesa yang ditemukan meninggal dunia di kediamannya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sebelum kejadian diduga terjadi pertengkaran hebat antara korban dan terduga pelaku BB. Pertengkaran dipicu persoalan sertipikat tanah.
Keterangan sejumlah saksi yang telah diperiksa penyidik mengungkap, suara cekcok antara keduanya sempat terdengar warga sekitar. Tak lama kemudian terdengar keributan dan disusul tindak kekerasan.
“Begitu laporan diterima, personel Polsek Laenmanen bersama jajaran Polres Malaka langsung bergerak ke tempat kejadian perkara untuk mengamankan lokasi, mengumpulkan barang bukti, serta mengamankan terduga pelaku guna menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujar Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K., M.M.
BACA JUGA:
BPN Belu Akui Sertipikat Wakil Ketua DPRD Walde Berek Memang Terbit Tahun 2004 Melalui Program PRONA Kolektif, Beli Pakai Kwitansi
Hasil penyelidikan sementara menyebutkan, terduga pelaku diduga melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam. Akibatnya korban mengalami luka serius pada bagian kepala dan wajah.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Nurobo untuk dilakukan pemeriksaan medis dan visum. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami sejumlah luka berat akibat benda tajam yang diduga menjadi penyebab utama meninggalnya korban.
“Tim Inafis telah melakukan olah TKP secara menyeluruh, sementara penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang mengetahui maupun melihat kejadian tersebut. Semua proses dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan penanganan perkara berjalan profesional dan transparan,” jelas Kapolres.
Selain mengamankan BB, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP. Unit Opsnal Polres Malaka bersama personel intelijen dan Polsek Laenmanen masih melakukan pendalaman terkait motif lengkap dan kronologi kejadian.
Pihak kepolisian juga melakukan pendekatan dan penggalangan kepada keluarga korban serta tokoh masyarakat agar situasi tetap kondusif selama proses penyidikan.
“Terduga pelaku telah diamankan dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak keluarga korban serta tokoh masyarakat agar situasi kamtibmas tetap terjaga,” tegas AKBP Riki.
BACA JUGA:
Skandal RSP Wewiku Puluhan Miliar Mubazir, Pemkab Malaka Cuci Tangan, Wabup HMS: Jangan Salahkan Kami
Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta publik menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, serta mempercayakan proses penanganan perkara ini kepada penyidik. Polres Malaka akan bekerja secara profesional untuk mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya,” katanya.
Hingga saat ini, situasi keamanan di wilayah Kecamatan Laenmanen terpantau aman dan kondusif. Penyidik masih terus melakukan pemeriksaan saksi dan melengkapi alat bukti untuk proses hukum selanjutnya.***
