NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Tertinggal Bantuan! Kisah Aef Balita Gizi Buruk di Ciamis yang Belum Terdaftar KIS

Listen to this article

Diterbitkan Senin, 24 Agustus, 2026 by NKRIPOST

Ilustrasi

NKRIPOST CIAMIS – Kasus gizi buruk kembali ditemukan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Jabar). Kali ini menimpa Aef Heryadi, 3 tahun, putra kedua pasangan Tedi Kurnia dan Susilawati, warga Dusun Mekarjaya RT 04/RW 02, Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari.

Di usianya yang sudah 3 tahun, berat badan Aef hanya 9 kilogram. Padahal berat badan minimal anak seusianya sekitar 11,5 kg. Angka itu jauh di bawah standar.

Kondisi Aef pertama kali diketahui pihak Puskesmas Tambaksari yang langsung melakukan penanganan awal.

Puskesmas menyarankan agar Aef segera dirujuk ke RSUD Ciamis karena membutuhkan dokter spesialis dan fasilitas yang lebih lengkap.

Namun upaya rujukan terkendala. Aef diketahui belum terdaftar sebagai peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS), karena pihak keluarga belum mengurus kepesertaannya.

Aef tinggal bersama orang tuanya di rumah panggung sederhana. Ayahnya bekerja sebagai kuli panggul kayu, sementara ibunya mengurus rumah tangga.

Minimnya penghasilan membuat keluarga ini kesulitan mengakses layanan kesehatan dan pemenuhan gizi yang layak.

Mendengar laporan dari Puskesmas, anggota DPRD Ciamis Fraksi PPP Dapil 4 Ujang Haeruman dikutip Harapan Rakyat langsung turun ke lokasi pada Senin (24/8/2026).

Ujang mengaku geram dan malu masih menemukan kasus seperti ini di Ciamis.

“Ini menjadi sebuah tamparan bagi Pemkab Ciamis. Di tengah banyaknya bantuan yang disalurkan pemerintah, ternyata masih ditemukan kasus gizi buruk di Desa Kaso,” kata Ujang.

Ia mempertanyakan kinerja pemerintah daerah, kecamatan, desa, hingga BAZNAS yang selama ini getol menyalurkan bantuan untuk warga kurang mampu.

“Mengapa kasus seperti ini bisa luput dari perhatian pemerintah,” ungkap Ujang heran.

Ujang juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang pemerintah. Menurutnya program tersebut perlu dievaluasi agar benar-benar menyasar yang membutuhkan.

“Jadi saya mohon kepada pihak terkait yang menangani gizi buruk, stunting, dan persoalan lainnya agar melakukan evaluasi total. Karena saya malu dan marah sekali ketika masih ditemukan kasus seperti ini,” tegasnya.

BACA JUGA:

TNI Siap Bantu Pemerintah Atasi Stunting dan Inflasi

Selain meninjau, Ujang mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak RSUD Ciamis untuk memastikan Aef mendapat penanganan medis.

“Alhamdulillah, direspons untuk menangani kasus gizi buruk ini. Selanjutnya akan dipastikan kapan Aef bisa langsung mendapatkan penanganan di RSUD Kabupaten Ciamis,” pungkas anggota Komisi D DPRD Ciamis ini.

Kasus Aef menjadi pengingat bahwa masalah gizi buruk dan stunting di Ciamis masih menjadi PR besar yang butuh penanganan serius dan data yang akurat.**

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved