NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Saiful Chaniago: Gas Bukan Tujuan Akhir, Infrastruktur Hari Ini Jangan Kunci RI di Fosil

Listen to this article

Diterbitkan Senin, 24 Agustus, 2026 by NKRIPOST

Saiful Chaniago, Komisaris Utama PT PLN Energi Gas (PLN EG)

NKRIPOST JAKARTA – Komisaris Utama PT PLN Energi Gas (PLN EG) Saiful Chaniago menegaskan peran perusahaan jauh melampaui sekadar menyalurkan gas. PLN EG harus menjadi penghubung cerdas antara sumber energi, logistik, pembangkit, dan arah besar transisi energi nasional.

Dalam paparannya, Saiful mengingatkan bahwa stabilitas listrik nasional bergantung pada rantai pasok yang panjang dan rapuh.

“Menyalakan lampu itu mudah. Tapi di baliknya ada rantai pasok panjang. Kalau satu mata rantai putus, biaya listrik naik dan rakyat yang dirugikan,” ujar Saiful di Jakarta, Senin (24/8/2026).

PLN EG kini fokus memperkuat sektor tengah rantai pasok: distribusi gas melalui pipa dan LNG untuk kebutuhan pembangkit PLN Group.

Data RUPTL 2025-2034 menunjukkan tantangan besar di depan mata. Kebutuhan gas untuk pembangkit diproyeksi naik 4,5% per tahun, dari 1.748 BBTUD pada 2026 menjadi 2.490 BBTUD pada 2034. Artinya ada kenaikan sekitar 42% dalam 8 tahun.

Untuk menjawab itu, PLN EG mendorong model logistik yang adaptif. Saiful mencontohkan pembangunan fasilitas LNG di Tarakan, Kalimantan Utara sebagai solusi untuk wilayah kepulauan yang tidak terjangkau jaringan pipa.

“Model klaster kecil seperti ini jauh lebih efisien dan cepat dibanding proyek raksasa yang kaku dan mahal,” jelasnya.

Saiful mengingatkan keras: gas adalah energi transisi, bukan energi akhir.

Merujuk RUPTL 2025-2034, sebanyak 76% tambahan kapasitas pembangkit baru akan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT) dan sistem penyimpanan energi. Di titik ini, peran gas adalah sebagai “penyangga” saat energi surya dan angin berfluktuasi.

“Gas menggantikan BBM yang mahal dan kotor. Tapi infrastruktur yang kita bangun hari ini harus membantu kita bergerak ke energi rendah karbon, bukan mengunci kita di fosil selama puluhan tahun,” tegasnya.

BACA JUGA:

Perintah Tegas Prabowo Soal Karhutla: Saya Tidak Main-Main! Selidiki, Tangkap Dan Cabut Izin Korporasi Nakal

5 Langkah Strategis PLN Energi Gas
Untuk memastikan gas benar-benar menjadi jembatan, Saiful mengusulkan 5 langkah strategis:

1. Perencanaan Pasokan Terpadu: Menyatukan perencanaan sumber, logistik, dan pembangkit.
2. Kontrak Fleksibel: Agar bisa beradaptasi dengan harga dan volume yang dinamis.
3. Pengendalian Emisi Metana: Mengurangi kebocoran di seluruh rantai distribusi.
4. Infrastruktur Modular: Membangun terminal dan pipa skala kecil yang bisa diperluas.
5. Tata Kelola Transparan: Dengan pengukuran emisi secara independen dan akuntabel.

Bagi Saiful, keberhasilan PLN EG tidak hanya diukur dari volume gas yang disalurkan. Tolok ukurnya adalah manfaat langsung ke publik.

“Keberhasilan harus diukur dari BBM berkurang, listrik lebih andal dan murah, emisi turun, serta keterlibatan usaha lokal meningkat,” katanya.

“PLN Energi Gas harus memastikan setiap pipa, kapal, dan terminal menjadi alat untuk memperkuat ketahanan energi dan mempercepat perjalanan menuju Indonesia yang mandiri dan berkelanjutan,” tutur Saiful.*

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved