Viral Disebut “Pengupas Bawang Rp 700 Ribu/Kg” oleh Presiden, Ketua RW: Susanah Penjahit dan Tukang Cuci Ompreng MBG
Diterbitkan Selasa, 18 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST BOGOR – Nama Susanah (42), warga Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, mendadak viral setelah disebut Presiden Prabowo Subianto sebagai “buruh pengupas bawang” dengan upah Rp 700.000 per kilogram dalam pidato kenegaraan 17 Agustus.
Namun warga dan Ketua RW setempat mengaku heran. Menurut mereka, Susanah selama ini bekerja sebagai penjahit kain majun dan mencuci ompreng di program Makan Bergizi Gratis (MBG), bukan pengupas bawang.
Ketua RW 04, Atin, mengaku kaget saat mendengar nama warganya disebut dalam pidato Presiden di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Di sini pada heran, kenapa Susanah di sono jadi ngupas bawang?” kata Atin dikutip TribunnewsBogor, Senin (17/8/2026).
Menurut Atin, keseharian Susanah dan suaminya, Didim, sudah ia kenal baik. Susanah bekerja serabutan sebagai penjahit dan membantu mencuci ompreng di dapur MBG. Sementara Didim bekerja sebagai kuli bangunan.
“Kami kenal karena mereka sering beli nasi uduk di tempat saya. Pada bengong di sini juga, pada kaget,” ujarnya.
Keheranan yang sama juga dirasakan warga RT 01. Istri Ketua RT 01, Iis, menegaskan di wilayahnya tidak ada profesi pengupas bawang.
“Di Kampung Ciuncal ini, terutama di RT 01, tidak ada profesi pengupas bawang ya,” kata Iis.
Atin mengungkap Susanah sempat pamit kepadanya sebelum berangkat ke Jakarta menjelang HUT RI.
“Dia ke sini dulu, dia mau berangkat dia ke sini ngasih tahu,” kata Atin.
Sebelum dijemput, Susanah juga disebut sempat menjalani pemotretan di kampung. Lokasinya di pinggir jalan dekat tiang listrik.
“Difoto-foto dulu di sini. Masukin tas foto, masuk ke mobil foto, suruh masuk suaminya foto lagi,” kata Atin.
Ia mengaku tidak tahu bahwa Susanah kemudian akan diperkenalkan sebagai pengupas bawang dengan upah fantastis.
BACA JUGA:
Rumah Susanah di Bogor Dipasangi Garis Polisi Usai Viral Disebut Prabowo Pengupas Bawang Rp 700 Ribu/Kg

Viralnya nama Susanah membuat rumah di RT 01/RW 04, Kampung Ciuncal dipasangi garis polisi kuning sejak beberapa hari sebelum 17 Agustus.
Pemasangan dilakukan atas musyawarah perangkat desa mulai dari RW, Kepala Dusun, hingga Kepala Desa.
“Pertimbangan utamanya karena intensitas kedatangan awak media dan warga yang terlalu tinggi. Takutnya jiwa anak-anaknya belum siap dengan kondisi yang tiba-tiba orang tuanya viral,” kata Iis.
Iis menambahkan, wartawan yang ingin meliput diminta koordinasi dulu. Hal ini juga dipicu kedatangan tim Kemensos yang mengambil gambar tanpa koordinasi ke RT/RW.
BACA JUGA:
Prabowo Kenalkan Susanah, Pengupas Bawang di Bogor dengan Upah Rp700 Ribu per Kg, Ini 8 Tamu Istimewa Presiden Di Pidato Kenegaraan!
Nama Susanah disebut Prabowo saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Jumat (14/8/2026).
“Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar Rp 700.000 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya,” ucap Prabowo.
Pernyataan soal upah Rp 700.000/kg itu langsung menuai polemik. Angka tersebut dinilai tidak wajar karena jauh di atas upah buruh pengupas bawang di pasaran yang berkisar Rp 3.000 – Rp 20.000 per kg.
Menanggapi polemik, Juru Bicara Kepresidenan meminta publik fokus pada substansi pidato soal perlindungan pekerja rentan dan program bansos.
Keluarga Susanah sebelumnya juga membantah. Mereka menyebut Susanah bekerja membuat kain lap majun dan mencuci ompreng MBG.
Tim Kemensos telah mendatangi rumah Susanah untuk pendataan. Namun hingga Senin (18/8/2026) sore, Susanah dan keluarga belum memberikan pernyataan resmi.
Pemasangan garis polisi di rumah Susanah kini menjadi simbol dampak cepat sebuah pidato kenegaraan terhadap warga biasa. Pemerintah desa berharap situasi kembali kondusif setelah keramaian mereda.**
