NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Istana Akui Prabowo Salah Sebut Upah: Bukan Rp700 Ribu, Susanah Ternyata Penjahit

Listen to this article

Diterbitkan Selasa, 18 Agustus, 2026 by NKRIPOST

Presiden Prabowo Subianto

NKRIPOST JAKARTA – Istana akhirnya buka suara terkait viralnya pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut buruh harian asal Bogor, Susanah, mendapat upah Rp700 ribu per kilogram untuk mengupas bawang.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengonfirmasi, angka tersebut salah ucap. Dalam naskah pidato yang disiapkan, tertulis Rp700 per kilogram, bukan Rp700 ribu.

Sementara itu, keluarga dan warga Kampung Ciuncal, Cileungsi, Bogor, membantah Susanah berprofesi sebagai pengupas bawang. Faktanya, ia adalah penjahit kain lap majun dan petugas cuci ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Klarifikasi disampaikan Qodari pada Selasa (18/8/2026). Ia menyebut kekeliruan terjadi saat Prabowo menyampaikan pidato secara langsung di Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2026).

“Sebetulnya teksnya atau naskahnya itu kan Rp700 rupiah per kilogram,” ujar Qodari.

Menurutnya, angka Rp700 ribu sangat tidak logis secara ekonomi.
“Rasanya juga sebetulnya kalau membaca dengan menganalisa dengan niat baik saya kira, pasti nggak mungkin lah Rp700 ribu, karena harga bawang berapa sekarang di Jakarta? Kalau nggak salah itu sekitar Rp42 ribu satu kilogram, nggak mungkin,” katanya.

Qodari memberi ilustrasi: kalaupun bawang kupas dijual Rp70 ribu – Rp80 ribu/kg, tidak mungkin upah mengupasnya sampai Rp700 ribu/kg.

Sebelumnya dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai “buruh harian mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu perkilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga anak-anaknya.”

BACA JUGA:

Viral Disebut Pengupas Bawang Rp 700 Ribu/Kg oleh Presiden, Ketua RW: Susanah Penjahit dan Tukang Cuci Ompreng MBG

Ilustrasi

Viralnya nama Susanah justru membuat ia dan keluarga menjadi sasaran hujatan netizen. Banyak yang menuding ia “dibayar untuk berbohong”.

Anak Susanah melalui akun @dstt241 akhirnya buka suara di kolom komentar Instagram Tribun Bogor.
“Sorry ka itu ibu saya, beliau juga kaget pas dibilang pengupas bawang, beliau juga sudah klarif pekerjaan sebenarnya. Mmh saya kerjanya jahit ka bukan kupas bawang,” tulisnya.

“Mikiran mamah saya memang rezeki kebetulan diundang ke sana, makanya mamah saya menerima undangan itu,” lanjutnya.

Kakak ipar Susanah, Wina, juga menegaskan hal yang sama saat ditemui di rumahnya, Minggu (16/8/2026).
“Itu tidak benar gajinya Rp700 ribu perkilogram bawang. Ibu Susanah itu bekerja di MBG dan juga penjahit lap majun dengan harga Rp700 perkilo. Itu tidak benar kalau dia bekerja mengupas bawang,” ujar Wina.

Artinya, jika Susanah menjahit 20 kg kain lap sehari, ia hanya menerima Rp14.000. Selain itu ia juga bekerja mencuci ompreng di SPPG dapur MBG daerah Bojong selama 7 bulan. Suaminya, Didim, bekerja sebagai kuli bangunan. Mereka punya 3 orang anak.

Ketua RW 04, Atin, mengaku heran mendengar nama warganya disebut sebagai pengupas bawang.
“Di sini pada heran, kenapa Susanah di sono jadi ngupas bawang?” kata Atin.

Istri Ketua RT 01, Iis, juga menegaskan di wilayahnya tidak ada profesi pengupas bawang.
“Di Kampung Ciuncal ini, terutama di RT 01, tidak ada profesi pengupas bawang ya,” ujarnya.

BACA JUGA:

Rumah Susanah di Bogor Dipasangi Garis Polisi Usai Viral Disebut Prabowo Pengupas Bawang Rp 700 Ribu/Kg

Rumah Susanah di Bogor Dipasangi Garis Polisi Usai Viral Disebut Prabowo Pengupas Bawang Rp 700 Ribu/Kg

Saking ramainya awak media, rumah Susanah (42) di RT 01/RW 04 akhirnya dipasangi garis polisi kuning atas keputusan musyawarah perangkat desa.
“Pertimbangan utamanya karena intensitas kedatangan awak media terlalu tinggi. Takutnya jiwa anak-anaknya belum siap,” kata Iis.

Susanah pertama kali diundang ke Gedung Nusantara pada Jumat (14/8/2026) sebagai salah satu “tamu istimewa” Presiden. Sebelum berangkat, ia sempat pamit ke Ketua RW dan menjalani pemotretan di pinggir jalan dekat rumahnya.

“Difoto-foto dulu di sini. Masukin tas foto, masuk ke mobil foto, suruh masuk suaminya foto lagi,” kata Atin.

Tim Kemensos juga sudah mendatangi rumah Susanah untuk pendataan. Sementara Mensesneg Prasetyo Hadi sebelumnya berjanji akan mengecek detail angka upah tersebut. “Nanti kita cek ya,” katanya Sabtu (15/8/2026).

Hingga Selasa (18/8) sore, Susanah belum memberikan pernyataan resmi. Kisah ini menjadi bukti betapa satu kata yang keliru dalam pidato kenegaraan bisa mengubah hidup warga biasa dalam 24 jam. Dari “tamu istimewa” menjadi bulan-bulanan netizen.***

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved