Viktor Laiskodat: Negara Harus Lindungi Ibu Rumah Tangga Lewat Insentif dan Jaminan Sosial
Diterbitkan Rabu, 12 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat mendorong pemerintah memberikan insentif dan perlindungan sosial bagi ibu rumah tangga yang menjalankan fungsi pengasuhan. Menurutnya, peran tersebut merupakan fondasi utama dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Viktor menilai pekerjaan pengasuhan memiliki dampak langsung terhadap pembangunan manusia karena dilakukan setiap hari dan tanpa batas waktu.
“Para ibu rela mengorbankan segala yang mereka miliki: waktu, tenaga, perhatian, kesempatan, bahkan kenyamanan diri untuk memastikan anak-anak tumbuh dengan baik,” kata Viktor, Selasa (11/8/2026) dikutip Antara.
Berdasarkan data BPS 2024, terdapat sekitar 32,8 juta ibu rumah tangga di Indonesia. Sebagian besar dari mereka tidak tercatat sebagai pekerja formal dan tidak mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan maupun kesehatan dari negara.
Viktor menekankan keluarga adalah lingkungan pertama pembentukan karakter anak. Nilai keberanian, tanggung jawab, kepedulian, hingga cinta tanah air mulai ditanamkan di rumah.
“Di tangan seorang ibu, nilai-nilai kehidupan paling banyak ditanamkan. Keberanian, tanggung jawab, kepedulian, dan cinta tanah air mulai dibentuk dari rumah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran ibu dalam menanamkan nasionalisme sejak dini.
“Nasionalisme pun tumbuh dari rumah. Dari cerita seorang ibu tentang Indonesia, dari ajaran untuk menghargai perbedaan, menjaga persatuan, menghormati sesama, dan berani melakukan sesuatu yang baik bagi bangsa,” kata Viktor.
BACA JUGA:
NTT Jadi Provinsi Termiskin Ke 3, Gubernur Viktor Laiskodat: Pemimpinnya Tolol!
Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya bergantung pada sekolah. Lingkungan keluarga turut membentuk cara anak memandang diri sendiri, orang lain, dan kehidupan sosial.
Viktor mendorong agar perhatian terhadap ibu rumah tangga masuk dalam agenda pembangunan manusia nasional. Ia mengusulkan 3 bentuk dukungan konkret dari negara:
1. Insentif Finansial: Bantuan langsung atau subsidi bagi ibu rumah tangga yang aktif dalam pengasuhan dan pemberdayaan keluarga.
2. Perlindungan Sosial: Akses BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi ibu rumah tangga, termasuk skema iuran yang disubsidi negara.
3. Pengakuan Ekonomi: Menghitung ulang kontribusi kerja domestik dalam PDB melalui Satellite Account of Household Production agar peran ibu terlihat dalam statistik ekonomi.
“Perhatian lebih berupa insentif dan kebijakan perlindungan bagi mereka perlu menjadi bagian dari agenda pembangunan manusia,” tutur Viktor.
Ia menilai pekerjaan pengasuhan memiliki tanggung jawab besar, tetapi kerap dilakukan tanpa dukungan memadai dan tanpa mengenal waktu kerja.
Viktor menilai kebijakan tersebut harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM dan memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan.
“Bagi saya, ibu adalah sekolah pertama bagi seorang anak. Apa yang ditanamkan seorang ibu di rumah akan ikut menentukan manusia seperti apa yang tumbuh dan kelak membangun bangsa ini,” ujarnya.
“Ketika seorang ibu mengajarkan anaknya untuk berani, bertanggung jawab, peduli kepada sesama, dan mencintai Indonesia, sesungguhnya ia sedang menanam benih masa depan bangsa,” pungkasnya.***
