SMP Negeri Sadi Unjuk Gigi di Gerak Jalan Meriahkan HUT RI di Atambua Belu, Curi Perhatian Bawa Motto: Sayangi Aku Dengan Ikhlas
Diterbitkan Selasa, 11 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST ATAMBUA – Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di wilayah tapal batas semakin meriah. Sebanyak 89 regu mengikuti Lomba Gerak Jalan 8 Kilometer di Kota Atambua, Kabupaten Belu, NTT, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan ini resmi dilepas Bupati Belu Wilybrodus Lay bersama Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves dari garis start di depan Kantor Lurah Umanen.
Dari 89 regu peserta, salah satu yang cukup menarik perhatian adalah kontingen dari SMP Negeri Sadi. Kontingen ini tampil dengan membawakan motto: “Sayangi Aku Dengan Ikhlas” yang merupakan kepanjangan dari singkatan kata SADI
Tampak para peserta dari SMP Negeri Sadi tampil penuh semangat. Dengan yel-yel kompak dan atribut Merah Putih, mereka berhasil menyedot perhatian warga di sepanjang rute.
“Tampak peserta SMP Negeri Sadi semangatnya luar biasa. Ini membuktikan anak-anak kita punya jiwa nasionalisme yang tinggi,” ujar salah satu warga yang menonton gerak jalan.
Selain SMP Negeri Sadi, peserta lainnya terdiri dari pelajar SD putra dan putri, perwakilan ibu-ibu kelurahan, hingga anggota organisasi wanita se-Kabupaten Belu.
Mereka menempuh rute 8 kilometer mengelilingi Kota Atambua, dengan garis finis di depan Kantor Plaza Perizinan, kawasan Simpang Lima Atambua.
Suasana semakin semarak dengan kreativitas atribut peserta. Banyak yang mengenakan stiker bendera Merah Putih di wajah hingga pita merah putih di tangan.
BACA JUGA:
Program Satu Desa Satu Sumur Bor, Bupati Belu Willy Lay Pimpin Langsung Tinjau Sumber Air di Sadi
Suasana pelepasan berlangsung meriah. Banyak peserta yang berkreasi dengan atribut kemerdekaan. Ada yang mengenakan stiker bendera Merah Putih di wajah, pita merah putih di tangan, hingga membawa bendera mini.
“Saya bangga melihat antusiasme masyarakat. Ada ibu-ibu dengan stiker bendera di pipi, anak-anak yang gagah membawa bendera. Terima kasih atas kreativitas ini,” kata Bupati Wilybrodus.
Setelah dilepas, seluruh peserta bergerak mengikuti rute yang telah ditetapkan. Mereka mengitari sejumlah ruas jalan di seputaran Kota Atambua.
Setelah menyelesaikan rute 8 kilometer, peserta tiba di garis finis yang berada di depan Kantor Plaza Perizinan, kawasan Simpang Lima Atambua.
Bupati Wilybrodus Lay menegaskan gerak jalan bukan sekadar ajang olahraga atau aktivitas fisik semata.
“Ini adalah media edukasi sejarah yang penting bagi generasi muda. Melalui peristiwa sederhana ini, saya mengharapkan generasi muda kita bisa merasakan apa yang terjadi 81 tahun yang lalu. Ini cara kita menghormati jasa pahlawan dan menanamkan rasa cinta tanah air,” ujarnya.
Menurutnya, perjuangan 81 tahun silam merupakan peristiwa heroik dan tonggak sejarah bangsa dalam membebaskan diri dari penjajahan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste untuk terus menggelorakan semangat kemerdekaan.
“Semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui partisipasi aktif. Kalangan muda khususnya, ikut merasakan apa yang terjadi 81 tahun lalu melalui lomba gerak jalan ini,” ucapnya.
Wilybrodus berharap semangat kemerdekaan tidak hanya jadi kegiatan seremonial tiap Agustus, tetapi juga menumbuhkan rasa nasionalisme, persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat perbatasan.
“Semoga ini memperkuat kecintaan kita pada Indonesia, serta mendorong Kabupaten Belu semakin maju dan berdaya saing,” lanjutnya.
BACA JUGA:
Pemkab Belu Matangkan 7 Agenda Besar Sambut HUT RI ke-81, Wabup Vicente Ungkap Alasan Gerak Jalan 45 KM Dialihkan Lewat Bauho
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Belu, perwakilan Dekan Universitas Pertahanan / Unhan RI Atambua, pimpinan instansi vertikal, pimpinan Perangkat Daerah, BUMN/BUMD, serta para kepala sekolah dan pendamping peserta.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-81 RI sekaligus sarana menanamkan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme dan semangat kebersamaan kepada generasi muda di wilayah perbatasan Indonesia.***
