NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Megawati: Arsip Autentik Jaga Ingatan Kolektif Bangsa, Pancasila Harus Jadi Living Ideology

Listen to this article

Diterbitkan Selasa, 11 Agustus, 2026 by NKRIPOST

Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri

NKRIPOST, JAKARTA – Proses lahirnya dasar negara Indonesia ternyata tidak mulus. Perbedaan pandangan, perdebatan sengit, hingga kompromi mewarnai Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPK) pada Juli 1945.

Dinamika itu kini diungkap kembali melalui Naskah Sumber Arsip (NSA) Dasar Negara II: Masa Reses dan Masa Sidang Kedua BPUPK 10 s.d. 17 Juli 1945 yang diluncurkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Senin (10/8/2026) di Jakarta.

NSA Dasar Negara II merupakan hasil kerja bersama BPIP, ANRI, serta tim sejarawan Prof. Hariyono, M.Pd., Prof. Dr. Asvi Warman Adam, dan Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum.

Buku ini melanjutkan Volume I yang membahas Sidang Pertama BPUPK. Volume II secara khusus merekam 2 periode penting:

1. Masa Reses: 1 Juni – 9 Juli 1945. Masa di mana Panitia 9 bekerja merumuskan Piagam Jakarta
2. Sidang Kedua BPUPK: 10 – 17 Juli 1945. Fokus membahas hal-hal teknis kenegaraan

Berdasarkan arsip autentik dari Arsip M. Yamin Koleksi Khusus dan Arsip A.G. Pringgodigdo milik ANRI, dalam sidang tersebut para pendiri bangsa membahas 4 agenda besar:
1. Wilayah Negara: Batas teritorial Indonesia merdeka
2. Bentuk dan Sistem Pemerintahan: Presidensial, parlementer, dan pembagian kekuasaan
3. Rancangan Undang-Undang Dasar: Struktur UUD 1945
4. Pendidikan Nasional: Arah pendidikan untuk bangsa yang baru merdeka

Acara “Ekspose NSA Dasar Negara II” dihadiri sekitar 200 peserta dari lembaga negara, kementerian, akademisi, mahasiswa, guru, komunitas literasi sejarah, dan media.

Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya arsip autentik untuk menjaga ingatan kolektif bangsa.

_“Arsip autentik memiliki peran penting dalam menjaga ingatan kolektif bangsa sekaligus memastikan sejarah tidak dibangun berdasarkan persepsi politik yang berubah-ubah,”_ kata Megawati.

Ia menilai dinamika di Sidang BPUPK menunjukkan kedewasaan para pendiri bangsa. Walau berbeda latar belakang dan berdebat tajam, mereka tetap mengutamakan kepentingan Indonesia yang merdeka dan bersatu.

Megawati juga mendorong agar NSA tidak hanya jadi dokumentasi, tetapi digunakan sebagai bahan ajar, rujukan penelitian, dan pijakan kebijakan publik.
_“Pancasila perlu dipahami sebagai living ideology yang lahir dari pergulatan pemikiran dan dialektika sejarah para pendiri bangsa,”_ tegasnya.

Kepala BPIP dalam kesempatan yang sama menyebut NSA Dasar Negara II penting untuk memahami proses lahirnya Pancasila dan fondasi ketatanegaraan secara utuh.

Dokumentasi berbasis arsip autentik ini diharapkan memperkuat tradisi “evidence-based history” atau sejarah berbasis bukti. Tujuannya agar tidak ada lagi distorsi sejarah dan generasi muda bisa belajar langsung dari sumber primer.

BACA JUGA:

TIM Telah Mati Seniman Segel Hotel Artotel di Taman Ismail Marzuki, Desak Audit Jakpro hingga Megawati Turun Tangan

NSA ini juga akan menjadi rujukan utama untuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dan perguruan tinggi.

BPIP dan ANRI berkomitmen melanjutkan penyusunan NSA Dasar Negara hingga periode PPKI dan perumusan UUD 1945 secara lengkap. Tujuannya agar publik memiliki akses utuh terhadap dokumen otentik perjalanan bangsa.***

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved