Pembunuhan Satu Keluarga di Palu: Terduga Pelaku Rekan Kerja, Bukan Keluarga Korban, Ini Namanya!
Diterbitkan Selasa, 11 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST, PALU – Polresta Palu, Sulawesi Tengah terus memburu terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga. Hingga kini penyidik telah memeriksa 9 orang saksi untuk mengungkap kasus yang menewaskan 3 anggota keluarga tersebut.
“Kasus pembunuhan di Duyu sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan. Saksi yang sudah diperiksa sembilan orang, termasuk istri korban semasa hidupnya dan dua orang dari orang tua yang diduga pelaku,” kata Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail Boby di Palu, Senin (10/8/2026).
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 22.00 WITA di rumah korban.
Korban pertama yang ditemukan tewas adalah Jamil (32) dan anaknya Rizky (2). Jamil ditemukan tergeletak di lantai dengan luka tusuk di perut. Sementara Rizky ditemukan meninggal di atas tempat tidur dengan kepala tertutup bantal.
“Kalau akibat senjata tajam sepertinya tidak. Dugaan sementara bukan karena senjata tajam, mungkin ditindih menggunakan bantal atau benda lain,” ujar AKP Ismailboby.
Korban ketiga adalah istri Jamil, Nur Hanissa alias Ade Anisa (23). Ia ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dan sempat dirawat intensif selama 10 hari di RSUD Undata Palu. Namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal pada Rabu (5/8/2026).
Polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku yakni Aan Kurniawan alias AK.
AKP Ismailboby menegaskan, terduga pelaku tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban. Keduanya hanya rekan kerja di tempat pemotongan ayam milik warga bernama Aji.
“Dari informasi yang kami peroleh tidak demikian. Jadi yang ada hanya hubungan berasal dari kampung yang sama, bukan hubungan keluarga antara korban dan terduga pelaku,” tegasnya.
Sementara itu, pasangan korban Jamil dan Nur Hanissa justru memiliki hubungan kekerabatan sebagai sepupu.
Identitas pelaku terungkap dari keterangan korban selamat. Dalam rekaman visual saat dirawat di RSUD Undata, Nur Hanissa menyebut nama “A” atau Aan.
“Saya keluar kayak ada orang di penggilingan, tidak lama itu muncul A (Aan), jelas sekali wajahnya. Malah saya berteriak bilang ngapain kamu, tapi dia diam saja,” ucap Nur Hanissa dalam rekaman tersebut.
Korban menyebut pelaku memegang dua bilah pisau jagal saat berada di area penggilingan daging ayam.
Tim Jatanras Polresta Palu yang dipimpin Ipda Rastra bersama Unit Reskrim Polsek Palu Selatan yang dipimpin Ipda Rido kini masih melakukan pengejaran terhadap Aan Kurniawan.
Penyidik telah 3 kali melakukan olah TKP untuk mengumpulkan barang bukti. Dari 9 saksi yang diperiksa, terdiri dari saksi selamat, kedua orang tua terduga pelaku, dan saksi di sekitar lokasi.
Hingga kini motif pembunuhan belum dipastikan. Polisi juga masih mendalami apakah kejadian sore harinya, saat Jamil dan pemilik usaha mendatangi rumah pelaku untuk mengambil sepeda motor, ada kaitannya dengan aksi pembunuhan malam itu.
“Terkait motif pembunuhan belum bisa dipastikan. Saat ini proses pengejaran terus dilakukan. Mohon doanya agar pelaku segera tertangkap,” ujar Ismail.
BACA JUGA:
Dibunuh Teman Sendiri: Kronologi Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa Semarang demi HP
Kasubsi PIDM Humas Polresta Palu Aiptu Kadek Aruna meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan Aan Kurniawan segera melapor.
“Kami maksimalkan pengejaran dan kami juga imbau kepada terduga pelaku untuk segera menyerahkan diri,” pungkasnya.
AKP Ismailboby juga meminta masyarakat bersabar dan tidak meragukan proses hukum yang berjalan.
“Setiap perkembangan akan terus kami informasikan kepada masyarakat, sebagai wujud profesionalisme kinerja kami,” katanya.**
