NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Ijtima Ulama Indonesia Serahkan Rekomendasi Kepada Presiden Prabowo, Ini Bunyi 3 Poin Utama

Listen to this article

Diterbitkan Jumat, 24 Juli, 2026 by NKRIPOST

Presiden Prabowo Subianto menerima dokumen kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia pada peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Kamis, 23 Juli 2026.

NKRIPOST JAKARTA – Rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (23/7/2026) diisi dengan pembacaan Kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia. Dokumen berisi rekomendasi strategis itu kemudian diserahkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai wujud dukungan ulama terhadap arah pembangunan nasional.

Kesepakatan tersebut dibacakan oleh K.H. Muhidin Almanafi di hadapan Presiden Prabowo, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, para ulama, tokoh agama, serta ribuan kader PKB.

3 POIN UTAMA REKOMENDASI IJTIMA ULAMA
Dalam pembukaannya, para ulama, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh agama yang tergabung dalam Ijtima Ulama Indonesia menyatakan telah mencermati dinamika nasional, perubahan tatanan dunia, serta arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, Pancasila, UUD 1945, serta cita-cita para pendiri bangsa, Ijtima menyampaikan 3 poin utama rekomendasi:

1. Menguatkan negara untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan sejahtera melalui dukungan terhadap langkah-langkah strategis pemerintah.
2. Memastikan negara yang kuat tetap berjalan dalam koridor konstitusi, keadilan, dan tata kelola yang baik.
3. Meneguhkan komitmen ulama untuk terus memperbaiki dan menata Nahdlatul Ulama, menguatkan umat, bangsa, dan negara.

“Ijtima Ulama mendukung langkah-langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan bangsa, membangun kemandirian ekonomi, mempercepat industrialisasi dan hilirisasi, mewujudkan ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengembalikan arah pembangunan nasional pada amanat Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945 demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujar K.H. Muhidin Almanafi.

Ijtima juga menegaskan komitmen untuk terus mengawal jalannya pemerintahan melalui peran moral dan keagamaan yang konstruktif.

“Kami meyakini, semakin sehat dan kuat Nahdlatul Ulama, semakin besar kontribusinya bagi umat, semakin kokoh persatuan bangsa, dan semakin efektif negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

Usai pembacaan, K.H. Muhidin Almanafi menyerahkan langsung dokumen Kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia kepada Presiden Prabowo.

BACA JUGA:

Korps Pasgibra Nusantara Minta Presiden Segera Evaluasi Kapolri dan Jaksa Agung, Iwa Kustiwa: Sudah Terlalu Menjabat

PRESIDEN: REKOMENDASI INI AMANAH SEKALIGUS PENGUAT

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan para ulama. Ia menilai rekomendasi tersebut menjadi amanah sekaligus penguat bagi pemerintah.

“Hari ini saya dapat hadiah lagi. Luar biasa itu. Langsung dibacakan tadi. Kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia. Luar biasa ini,” ujar Presiden.

Presiden menyoroti poin dukungan terhadap kedaulatan bangsa, kemandirian ekonomi, industrialisasi, ketahanan pangan dan energi, serta pengembalian arah pembangunan pada Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945.

“Ini perintah lagi ini. Tapi perintahnya adalah sesuai dengan hati nurani saya,” ucap Presiden.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan negara yang kuat tetap berjalan dalam koridor konstitusi dan tata kelola yang baik. Presiden mengapresiasi komitmen para ulama untuk terus memperkuat umat, bangsa, dan negara.

“Saya sangat terima kasih. Saya benar-benar saya tersentuh. Tadi rekomendasi ijtima luar biasa. Saya menangkap bahwa perjuangan kita sudah dipahami dan dimengerti,” tutur Presiden.

BACA JUGA:

Hadiri Harlah Ke-28 PKB, Presiden Prabowo Tegaskan Prabowonomics Adalah Amanat UUD 1945

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan dukungan dan amanah dari para ulama akan menjadi penyemangat pemerintah untuk terus bekerja menjaga kedaulatan bangsa, menegakkan amanat konstitusi, dan menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Penyerahan rekomendasi ini menegaskan bahwa sinergi antara ulama dan pemerintah merupakan kekuatan penting dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mengawal pembangunan nasional agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved