Korps Pasgibra Nusantara Minta Presiden Segera Evaluasi Kapolri dan Jaksa Agung, Iwa Kustiwa: Sudah Terlalu Menjabat
Diterbitkan Sabtu, 18 Juli, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Organisasi Bantuan Hukum Korps Pasgibra Nusantara (OBH KOPINUS) meminta Presiden Prabowo Subianto segera melakukan penyegaran total di tubuh Polri dan Kejaksaan Agung. Desakan itu menguat setelah eks Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka.
“Kedua pimpinan sudah terlalu lama. Saatnya bersih-bersih. Evaluasi Kapolri dan Jaksa Agung sekarang,” tegas Waketum KOPINUS Iwa Kustiwa, Jumat 17/7/2026.
Iwa menyebut kasus Febrie Adriansyah adalah tamparan keras bagi marwah penegakan hukum.
“Pada kasus FA sebagai Jaksa Agung Muda bisa memiliki emas di belakang tembok, apalagi dengan Jaksa Agung ‘Tua’? Ini bukti pembusukan sudah sampai ke atas,” sindir Iwa.
Menurutnya, kepercayaan publik terhadap Polri dan Kejagung terus anjlok. Jika tidak segera diputus mata rantainya, reformasi hukum hanya akan jadi wacana.
“Presiden harus berani melakukan penyegaran. Evaluasi menyeluruh dan segera ganti Kapolri dan Jaksa Agung. Ini momentum untuk mengembalikan marwah penegakan hukum,” ujarnya.
KOPINUS menilai penyegaran pimpinan tertinggi penting agar pembenahan tidak berhenti di level penyidik dan jaksa bawah.
BACA JUGA:
Ketua Umum Korps Pasgibra Nusantara Adv. Atyboy Apresiasi Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah
Di sisi lain, Ketua Umum KOPINUS Adv. Antonius Ananias Atyboy., SH mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo yang tidak memberi toleransi pada korupsi, termasuk yang menyentuh institusi penegak hukum.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya komitmen Bapak Presiden Prabowo. Kasus yang menimpa Febrie Ardiansyah selaku Jampidsus harus diusut secara terang, akuntabel, dan tanpa intervensi apa pun,” kata Atyboy, Minggu 12/7/2026 lalu.
Atyboy menilai penggeledahan dan penetapan tersangka terhadap eks Jampidsus tidak mungkin terjadi tanpa restu Presiden.
“Polri dapat menggeledah sejumlah titik sampai menetapkan eks Jampidsus Febrie Ardiansyah jadi tersangka tidak mungkin berjalan mulus tanpa restu dari Presiden Prabowo,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembersihan ini bukan untuk menyerang institusi, tapi untuk menyelamatkannya.
“Ini bukan soal menyerang institusi. Ini soal menyelamatkan institusi. Dengan membersihkan oknum, maka marwah Kejaksaan justru akan semakin kuat,” tegasnya.
Atyboy menyoroti posisi Jampidsus sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di Kejaksaan.
“Ketika institusi ini diduga tercoreng, maka kepercayaan publik bisa runtuh. Karena itu kami minta proses hukum dijalankan seterang-terangnya. Buka semua, periksa semua, dan hukum seberat-beratnya jika terbukti,” katanya.
BACA JUGA:
Ketua Korps Pasgibra Nusantara Antonius Ananias Atyboy Pertanyakan Kejagung: Mengapa Belum Menahan Tersangka TPPU Febrie Ardiansyah?
KOPINUS juga menyampaikan 3 poin sikap resmi:
1. Transparansi Proses Hukum: KPK dan Kejagung wajib membuka seterang-terangnya proses penyidikan.
2. Tanpa Tebang Pilih: Siapa pun yang terlibat, berapapun jabatannya, harus diproses sesuai UU Tipikor.
3. Efek Jera: Jika terbukti, berikan hukuman maksimal agar menjadi pembelajaran bagi seluruh APH.
Sebagai organisasi relawan Prabowo-Gibran, KOPINUS menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam gerakan antikorupsi.
“Pemberantasan korupsi adalah bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo. Kami di Kopinus siap mengawal dari bawah. Kader-kader kami akan dididik menjadi agen antikorupsi, tidak toleran terhadap suap, pungli, dan penyalahgunaan wewenang,” jelas Atyboy.
Ia juga mendorong pendidikan antikorupsi masuk ke sekolah dan kampus. “Korupsi itu dimulai dari mental. Kalau mental anak muda kita bersih, maka 20 tahun ke depan Indonesia akan bebas dari korupsi,” pungkasnya.
Desakan KOPINUS sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto pada Puncak Peringatan Hari Guru 2025.
“Anggaran dirongrong, mark up di mana-mana. Saya minta menteri-menteri awasi anak buahmu, awasi pejabat-pejabatmu. Jangan kira saya tidak tahu. Saya kasih peringatan para menteri, para kepala badan, pejabat. Bersihkan aparatmu semuanya itu,” tegas Prabowo, Jumat 28/11/2025.
KOPINUS berharap kasus ini menjadi titik balik. “Mari kita dukung Presiden Prabowo mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan fondasi pemerintahan yang bersih. Tidak ada tempat bagi koruptor di negeri ini,” tutup Atyboy.***
