NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Bentrokan Antar Pemuda di Adonara Timur NTT Makan 3 Korban Tewas, 20 Rumah Dibakar

Listen to this article

Diterbitkan Minggu, 19 Juli, 2026 by NKRIPOST

Ilustrasi

NKRIPOST FLORES TIMUR, NTT – Bentrokan berdarah akibat sengketa lahan ulayat antara Desa Narasaosina dan Desa Waeburak kembali pecah di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu 18/7/2026).

Peristiwa itu menewaskan 3 orang, melukai 7 orang, dan membakar 20 rumah milik warga.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan bentrokan bermula dari perkelahian antarkelompok pemuda sekitar pukul 06.30 WITA.

Bentrokan terjadi antara pemuda Dusun Lewonara, Desa Narasaosina versus Dusun Bele, Desa Waeburak.

“Perkelahian itu kemudian memicu konflik lebih besar hingga terjadi pembakaran dan korban jiwa,” kata Adhitya, Sabtu 18/7/2026.

3 Tewas, 7 Luka: Rincian Korban

Dari hasil identifikasi dan pendataan di lapangan, tiga korban tewas semuanya laki-laki.

  • – 2 korban berasal dari Desa Narasaosina dengan usia 21 tahun dan 60 tahun. Salah satu korban berusia 60 tahun sempat tergeletak di jalan raya depan Masjid Waeburak akibat dibacok, dan baru bisa dievakuasi setelah negosiasi dengan massa.
  • – 1 korban berasal dari Desa Waeburak.

“Jenazah sudah berhasil dibawa ke Rumah Sakit Pratama Adonara untuk diidentifikasi dan visum et repertum. Saat ini masih menunggu peti jenazah untuk diserahkan ke keluarga oleh Forkopimda,” ujar Adhitya, Sabtu sore.

Selain korban tewas, tercatat 7 orang luka-luka.

  • – 4 orang dirawat: 2 dirujuk ke *RSUD Larantuka termasuk 1 perempuan berusia 63 tahun, dan 2 lainnya dirujuk ke Lembata.
  • – 3 orang luka ringan sudah diizinkan pulang dan rawat jalan dari RS Pratama Adonara.

20 Rumah Warga Hangus Terbakar
Selain korban jiwa, bentrokan juga merusak harta benda warga. Sebanyak 20 rumah di kedua desa dilaporkan rusak terbakar.

Hingga sore, massa mulai membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. Namun situasi masih dijaga ketat.

BACA JUGA:

Duh! Bentrokan Antar Pemuda Di Atambua Satu Orang Kritis, Panah Ambon Tertancap Di Badan Korban, Satreskrim Polres Belu Lidik Pelaku

Kapolres Adhitya mengatakan ratusan personel gabungan TNI-Polri masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi bentrokan susulan.

“Situasi sudah kondusif, tapi personel masih di lokasi untuk antisipasi susulan,” jelasnya.

Komandan Satuan Brimob Polda NTT Kombes Afrizal Asri menambahkan 32 personel Brimob dari Maumere juga sedang digeser ke Adonara sebagai bala bantuan.

Aparat masih mendalami pemicu utama bentrokan. Namun kuat dugaan konflik dipicu sengketa lahan ulayat yang sudah lama memanas antara kedua desa.

Proses evakuasi salah satu jenazah sempat terhambat. Hingga pukul 14.00 WITA jenazah korban 60 tahun dari Narasaosina masih tergeletak di Jalan Raya Waeburak depan Masjid karena terhalang massa, meski tenaga medis dan ambulans sudah di lokasi.

Setelah dilakukan negosiasi oleh Forkopimda dan tokoh masyarakat, massa akhirnya mengizinkan jenazah dibawa ke rumah sakit.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved