Warga Kampung Cikoneng Sukabumi Gempar, Penjaga Sekolah SDN 1 Sentral Ditemukan Tewas Gantung Diri
Diterbitkan Senin, 2 Februari, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST SUKABUMI – Warga Kampung Cikoneng, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat digemparkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang tergantung di belakang SDN 1 Sentral.
Korban yang diketahui berinisial D (48), seorang penjaga sekolah tersebut. Dia ditemukan meninggal dunia pada Minggu siang (1/2/2026). Ditemukan secarik kertas yang masih tergenggam erat di tangan kirinya.
Ketua RT setempat, Asep menceritakan, warga baru menyadari kejadian tersebut setelah mendapat laporan dari seorang warga sekitar.
“Warga tahunya sudah tergantung. Ada saksi yang lewat lalu menengok dan melihat itu (korban), langsung memberitahu warga di sini. Saya juga tidak berani langsung melihat ke lokasi, tapi mengabari warga lain dulu baru kemudian kami cek,” ujar Asep, Senin (2/2/2026).
Dia melanjutkan, yang membuat peristiwa ini menjadi sorotan adalah dugaan isi pesan terakhir yang ditinggalkan korban.
Meski saat evakuasi pihak kepolisian langsung mengamankan kertas tersebut, informasi mengenai isinya telah tersebar di kalangan warga melalui pesan singkat.
Surat sepanjang satu setengah halaman itu diduga berisi curahan hati D mengenai rasa sakit hati akibat perundungan (bullying) yang dialami.
Dalam catatan tersebut, korban juga menyertakan sejumlah nama rekan kerja yang baru saja diangkat sebagai pegawai pemerintah (ASN PPPK).
Terkait keberadaan surat itu, Asep mengonfirmasi bahwa ia melihat kertas tersebut ada dalam genggaman korban, namun tidak berwenang membukanya.
“Iya, surat wasiat ada di tangannya. Cuma isinya saya tidak tahu karena tidak dibuka, itu pihak Polsek yang berwenang. Waktu dibuka sama polisi juga langsung ditutup lagi,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Kapolsek Warungkiara, AKP Panji Setiaji, memaparkan, informasi awal penemuan jenazah didapatkan dari laporan pengendara sepeda motor yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
“Sesosok mayat laki-laki tersebut pertama ditemukan oleh warga setelah menerima laporan dari pengendara sepeda motor yang tidak diketahui namanya,” jelas AKP Panji.
D merupakan perantau asal Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Selama ini da tinggal sendiri di lingkungan sekolah sementara keluarganya menetap di kampung halaman.
Jenazah korban kini telah dibawa ke Garut untuk diserahkan kepada pihak keluarga guna proses pemakaman.***Liputan6
