NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Terima Sertifikat Penghargaan Frambusia, Bupati Epyardi Asda Optimis Kabupaten Solok Bisa Semakin Terdepan di Sumbar

Listen to this article

Diterbitkan Rabu, 1 Juni, 2022 by NKRIPOST

Diketahui Penyakit malaria yang masih menyebabkan korban jiwa menjadi perhatian khusus dalam peringatan Hari Malaria Sedunia pada tahun ini.

Pada peringatan Hari Malaria Sedunia 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema “Memanfaatkan inovasi untuk mengurangi beban penyakit malaria dan menyelamatkan nyawa.”

Peringatan ini dibuat untuk menyerukan pentingnya pendekatan, pengendalian, diagnostik, serta distribusi obat yang baik untuk melawan malaria di seluruh dunia.

Secara global, angka kasus malaria menurun selama 2000-2015.Meski angka kasusnya cenderung menurun, penyakit malaria masih menjadi perhatian dunia.

Pada 2020, WHO melaporkan ada 241 juta kasus baru malaria dan 627.000 kematian terkait malaria di 85 negara.

Lebih dari dua pertiga kematian terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun di wilayah Afrika.

Penyakit malaria juga masih melanda Indonesia. Oleh sebab itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memiliki target bebas malaria pada 2030.

Angka kasus malaria di Indonesia

Malaria adalah penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi parasit Plasomodium.

Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, utamanya di kawasan timur Indonesia.

Kemenkes mencatat, pada 2021 terdapat 304.607 kasus.

Sementara, pada 2020 terdapat sekitar 235.700 kasus malaria di Indonesia.

Angka kasus malaria cenderung menurun jika dibandingkan pada 2010 kasus positif malaria di Indonesia mencapai sekitar 465.700 dan pada 2009 sebanyak 418.400-an kasus.

Penurunan kasus malaria juga diikuti dengan penurunan Annual Parasite Incidence (API), yakni 1,1 kasus per 1.000 penduduk.

Target eliminasi malaria

Untuk mencapai Indonesia bebas malaria, ada beberapa kabupaten/kota yang sudah mencapai eliminasi.

Eliminasi malaria artinya, wilayah tersebut sudah mendapat sertifikat bebas malaria dan penyakit ini bukan menjadi wilayah endemis tinggi malaria di Indonesia.

Hingga 2021, sebanyak 347 dari 514 kabupaten/kota dinyatakan mencapai eliminasi. Sekitar 68 persen kabupaten/kota di Indonesia sudah bebas dari malaria.

BACA JUGA:

Pemkab Solok Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Harlah Pancasila Hingga Kunjungi Taman Renungan Bung Karno

Kisruh IDI Pecat dr.Terawan dari Keanggotaan, Kemenkes Akan Bantu Mediasi

Badan Pusat Statistik mendata kabupaten/kota yang sudah mencapai eliminasi malaria pada 2018-2020.

Secara keseluruhan, pada 2018 ada 285 kabupaten/kota mencapai eliminasi malaria, pada 2019 ada 300 kabupaten/kota mencapai eliminasi malaria, dan pada 2020 ada 318 kabupaten/kota yang mencapai eliminasi malaria.

Sebagian besar daerah yang sudah mencapai eliminasi berada di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Sementara, ada beberapa provinsi target eliminasinya masih nol, seperti di Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sempat mengalami 0 eliminiasi pada 2018 dan 2019, tetapi berubah pada 2020. Ada satu kabupaten/kota di Maluku Utara dan tiga kabupaten/kota di NTT yang mencapai eliminasi malaria.

Pentingnya deteksi dini

Plt. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kemenkes, dr. Tiffany Tiara Pakasi mengatakan, pentingnya deteksi dini untuk melawan penularan malaria.

“Keberhasilan Indonesia Bebas Malaria tahun 2030 ditentukan oleh keberhasilan deteksi dini kasus malaria di masyarakat, terutama kasus pada penduduk migran. Deteksi kasus penduduk migran adalah terkait dengan kewenangan sektor di luar kesehatan,” kata Tiffany dalam keterangan tertulis, dikutip dari kompas Rabu (1/6/2022).

Pihaknya berpendapat, perlu adanya pelaksanaan penanggulangan malaria secara terpadu dan menyeluruh.

Penanggulangan ini perlu melibatkan masyarakat dan sektor swasta, seperti perusahaan pertambangan, perusanaan perkebunan, dan perusahaan-perusahaan lain yang memberikan dukungan sumber daya sebagai tanggung jawab sosial perusahaan.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved