Massa Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM di Sula: Polres Jangan Berselingkuh Dengan Mafia Minyak
Diterbitkan Senin, 11 April, 2022 by NKRIPOST
Lebih lanjut menurut, Falmin sapaan akrabnya Falen Dayan menegaskan kenaikan harga BBM yang dimana telah melumpuhkan sendi – sendi kehidupan yang dampaknya menyusahkan masyarakat.
“Dimana telah menyusahkan masyarakat diantaranya Tukang Ojek, Sopir Angkutan Umum, Kaum Nelayan dan kaum tani, sementara BBM ini merupakan kebutuhan untuk bergerak namun telah menyusahkan kehidupan kaum akar rumput.”
“Belum lagi kenaikan sembilan bahan pokok yang merupakan konsumen atau kebutuhan primer kehidupan masyarakat Indonesia sehari – hari seperti minyak goreng dan yang lain, ini sangat berdampak kepada warga kecil.”
“Oleh karena itu, dia juga minta Polres Kepulauan Sula menangkap dan mengadili oknum mafia minyak serta Polres Sula tidak berselingkuh dengan mafia minyak yang ada di Sula,” tegas Mantan Ketua Cabang PMII Sula.
BACA JUGA:
Bupati Sula Menuai Sejumlah Kritik, Ini Penjelasan Stafsus
2 Orang Oknum Pejabat Pemkab Sula Ditetapkan Tersangka Korupsi Pengadaan Lampu SSO
Selain itu, ditambahkan oleh orator Suwandi Kailul, mengatakan Kenaikan BBM dan sembilan Bahan Pokok dengan kondisi rakyat saat ini sangat berdampak.
“Kenapa tidak, kondisi pandemi Covid – 19 yang melanda negara indonesa hingga pada saat ini sudah telah menyusahkan rakyat Indonesia dalam hal pendapatan dan belum stabilnya lapangan kerja yang layak namun pemerintah pusat telah menaikan harga BBM dan sembako.
“Ini merupakan hal nyata pemerintah Indonesia saat ini, tidak berpihak kepada rakyat malah kembali mencekik rakyat dengan kebijakan yang elok,” pintanya.
Sekedar diketahui ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Front Bersama yakni KNPI, LMND, PMII, HMI, KAMMI serta IMM Cabang Kepulauan Sula. (Nofal).
