Peresmian Batagak Penghulu Keempat Suku Kampai Koto Baru Mungka “Hiduik Bakarelaan”
Diterbitkan Rabu, 20 Juli, 2022 by NKRIPOST
NKRIPOST,SUMBAR. – Batagak Penghulu suku kampai di kenagarian mungka kabupaten limapuluh kota di mulai dengan arak-arakan menuju rumah gadang dan di iringi dengan musik tradisional sesampainya di rumah gadang acara langsung di mulai,acara di buka dengan pembacaan ayat suci Alquran dan di lanjutkan dengan alua pasambahan acara di hadiri beberapa orang Ninik di antaranya Datuak rajo di balai dari muaro takus, datuak siri maha rajo dari mungka, datuak Bandaro dari Maek, datuak Rajo ibadat,LKAM kabupaten limapuluh kota Datuak korongkong beserta rombongan, ketua KAN kenagarian mungka para niniak mamak ka ampek suku mungka sungai antuan para dubalang dan juga bundo kanduang,acara ini juga di dukung oleh MY Datuak paduko tuan selaku ketua umum KAN(kerapatan adat nagari) mungka
Acara begitu hikmat dengan alua pasambahan yang sangat kental dengan tradisi adat Minangkabau dimana yang bertemakan “Hiduik Bakarelaan”(hidup berkerelaan) antara penghulu (kepala suku) sebelumnya kepada keponakan dari H.Kasrinas Munas kepada keponakannya M.Rabil Septinas memakaikan gelar datuak simarajo dengan pangkat ka ampek suku kampai koto baru mungka
Baralek Gadang Mendirikan Soko “Batagak Pengulu” di Nagari Batu Payuang Meriah
Prosesi Adat Manduduakan Mamak Dalam Batagak Pangulu Di Nagari Batu Payuang
Dalam acara Batagak Penghulu ini ada empat perkara sebagai acuan untuk bisa batagak penghulu yang pertama hiduik Bakarelaan (hidup berkerelaan) yang kedua mati batungkek bodi,yang ketiga mangombang nan talipek dan yang ke empat mambangkik batang tarandam dalam acara batagak penghulu ini tiba lah di bagian yang pertama yaitu hiduik Bakarelaan
Hidup berkerelaan yang dimaksud dalam acara ini dimana H.Kasrinas Munas tidak sanggup lagi menjadi kepala suku di karenakan umur yang sudah tua dan kondisi yang tidak memungkinkan lagi sebagai penghulu (kepala suku) dan sudah merelakan jabatannya di lanjutkan oleh yang lebih muda yaitu keponaan nya
Acara di lanjutkan dengan pemasangan langsung baju penghulu yang di pakai penghulu sebelumnya kepada penghulu yang baru di angkat dan langsung pengambilan sumpah dan acara di lanjutkan dengan pemukulan gong dari para penghulu dan pemangku adat setempat
Kemudian acara di tutup dengan pembacaan doa dan foto bersama (Ari/Dewi)
