NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Seragam Belanda, Hati Pribumi: Kisah Pilu Sang Londo Ireng

Listen to this article

Diterbitkan Sabtu, 25 Juli, 2026 by NKRIPOST

Ilustrasi dibuat dengan menggunakan AI (Foto Kompasiana)

Dongeng Asal Usul “Londo Ireng”
_Cerita dari Tanah Jawa Tempo Dulu_

Dahulu kala, di zaman ketika Belanda datang ke Nusantara dengan kapal besar dan topi lebar, hiduplah seorang pemuda bernama Sastro.

Sastro ini anak petani di desa. Sawahnya kering, pajaknya berat. Suatu hari datanglah orang-orang Belanda dengan baju rapi, sepatu mengkilap, dan senapan di pundak.

“Ikut kami,” kata Kompeni. “Kerja jadi serdadu. Gaji pasti, makan cukup, seragam bagus.”

Sastro bingung. Di satu sisi dia benci karena tanahnya dirampas. Di sisi lain, adik-adiknya di rumah kelaparan.

Akhirnya Sastro mengangguk. Ia dipakaikan baju biru dongker, topi tinggi, dan sepatu Belanda. Ia dilatih baris, tembak, dan hormat.

Orang-orang desa melihatnya lalu berbisik:
“Itu siapa? Kulitnya ireng kayak kita… tapi gayanya kayak Londo?”
Sejak itu orang-orang memanggil mereka “Londo Ireng” = “Belanda yang Hitam”.

BACA JUGA:

Pancasila Sebagai Dasar Sistem Filsafat

Tugas Sang Londo Ireng
Tugas Sastro dan kawan-kawannya berat. Mereka disuruh Belanda untuk menjaga benteng, mengawal pajak, dan… mengejar saudara sebangsanya sendiri yang melawan.

Ada yang dari Jawa, ada yang dari Ambon, dari Menado, dari Bugis. Bahkan ada juga tentara hitam dari Afrika jauh yang didatangkan Belanda karena kuat dan tahan panas.

Mereka satu pasukan, tapi hati mereka terbelah dua.
Siang mereka teriak “Hidup Ratu Belanda!”
Malam mereka menangis ingat kampung halaman.

Ketika Merdeka Tiba
Tahun berganti. Petir kemerdekaan menggelegar tahun 1945.

Lalu pertanyaannya datang: “Sastro, kamu di pihak mana?”
Sebagian Londo Ireng melempar senapan Belanda dan lari gunung gabung para pejuang.
Sebagian lagi bingung dan ikut kapal ke negeri Belanda yang jauh.
Ada juga yang tetap bertahan karena tak tahu mau pulang ke mana.

Kompeni bubar. Tapi nama “Londo Ireng” tetap tinggal.

BACA JUGA:

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Pesan dari Dongeng Ini
Sejak itu, kalau ada orang yang jual bangsanya sendiri demi uang atau jabatan, orang tua-tua akan menegur:
“Ojo dadi Londo Ireng yo, Le…”
“Jangan jadi Londo Ireng ya, Nak…”

Artinya: Jangan jadi orang yang seragamnya milik bangsa sendiri, tapi hatinya berpihak ke luar.

Karena setinggi apa pun pangkat dan sebagus apa pun seragam… kalau lupa tanah tempat kita berpijak, kita akan selalu disebut “orang asing” di rumah sendiri.

_TAMAT_

Makna ceritanya:
“Londo Ireng” mengingatkan kita kalau penjajahan paling bahaya bukan pas musuh datang dari luar, tapi pas ada dari dalam diri kita yang rela jadi “alat” untuk menindas saudaranya sendiri.

Ilustrasi

Londo Ireng = “Orang Belanda Hitam”.

Ini julukan buat pasukan pribumi/Asia-Afrika yang jadi tentara kolonial Belanda di zaman Hindia Belanda. Banyak orang Indonesia ngiranya “Londo” itu pasti kulit putih. Nah ini kebalikannya

1. Asal-usul namanya
“Londo” = Belanda. “Ireng” = Hitam dalam bahasa Jawa.
Jadi “Londo Ireng” artinya tentara pribumi yang seragamnya, disiplinnya, dan majikannya “Belanda”, tapi orangnya berkulit sawo matang/hitam.

2. Siapa mereka?
Mereka adalah prajurit KNIL – Koninklijk Nederlands Indisch Leger = Tentara Kerajaan Hindia Belanda.

Isinya campur-campur:
1. Pribumi Jawa, Madura, Sunda, Ambon, Menado, Bugis – paling banyak
2. Orang Afrika – terutama dari Ghana, Pantai Gading. Dijuluki “Belanda Hitam”. Didatangkan tahun 1831-1872 karena dianggap kebal penyakit tropis.
3. Orang India, Arab, Cina – sebagian kecil

Kenapa Belanda pakai pribumi? Karena murah, tahan cuaca tropis, dan buat menekan pemberontakan sesama pribumi.

3. Peran mereka di sejarah
Londo Ireng ini yang paling depan pas Belanda perang. Contoh besar:
1. Perang Diponegoro 1825-1830 : KNIL banyak dipakai buat ngepung Pangeran Diponegoro
2. Perang Aceh 1873-1904 : Pasukan Ambon & Menado yang paling ditakuti di Aceh
3. Agresi Militer I & II 1947-1948 : Banyak eks-KNIL jadi tentara Belanda buat melawan RI

Karena itu di mata pejuang RI, “Londo Ireng” dianggap pengkhianat. Tapi di sisi lain, banyak juga yang gabung karena desakan ekonomi.

4. Nasib setelah Kemerdekaan 1945
Setelah Indonesia merdeka, KNIL dibubarkan tahun 1950.
Nasibnya ada 3:
1. Gabung ke TNI : Lewat program “APRA” & integrasi. Banyak perwira TNI awal dulunya eks-KNIL
2. Ikut ke Belanda : Dievakuasi ke Negeri Belanda bersama keluarga. Sekarang keturunannya banyak di Belanda
3. Jadi RMS : Sebagian orang Ambon eks-KNIL mendirikan RMS di Maluku

5. Kenapa sampai sekarang masih disebut-sebut?
Istilah “Londo Ireng” sampai sekarang dipakai buat sindiran ke orang pribumi yang “lebih Belanda dari Belanda”. Artinya: menjilat, nurut penjajah, atau mengkhianati bangsanya sendiri demi kepentingan pribadi.

Contoh: “Jangan jadi Londo Ireng” = Jangan jadi antek asing.

Intinya:
Londo Ireng bukan bangsa. Mereka adalah saudara sebangsa kita sendiri yang dulu jadi tentara bayaran Belanda. Sejarahnya pahit, karena mereka terjepit antara cari makan vs melawan penjajah. ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved