“Gembleng Dansat Se-Indonesia”, KSAD Maruli: Prajurit TNI AD Harus Siap Operasional dan Kuasai Teknologi
Diterbitkan Sabtu, 8 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengumpulkan seluruh Komandan Satuan (Dansat) TNI AD se-Indonesia dalam Apel Dansat TNI AD 2026 yang digelar di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat, Kamis (6/8/2026).
Apel ini menjadi forum strategis untuk menyamakan visi, kebijakan, dan arah pembinaan satuan TNI AD di tengah dinamika lingkungan strategis global yang semakin kompleks.
3 Penekanan KSAD ke Para Dansat
Dalam pengarahannya, Maruli menekankan 3 pilar utama yang wajib dikuasai setiap komandan satuan:
1. Kesiapan Operasional
“Prajurit harus siap digerakkan kapan saja. Tidak ada alasan tidak siap. Latih, bina, dan jaga moril prajurit kalian,” tegas Maruli.
Ia meminta Dansat memastikan satuan mampu melaksanakan tugas Operasi Militer Perang dan OMSP secara profesional.
2. Profesionalisme dan Disiplin
KSAD mengingatkan agar tidak ada pelanggaran yang mencoreng nama TNI AD. “Jaga soliditas, jaga kehormatan satuan. Pimpinan bertanggung jawab penuh atas anak buahnya.”
3. Adaptif dan Inovatif terhadap Teknologi
“Kuasai dan manfaatkan teknologi pertahanan. Perang masa depan adalah perang teknologi. Dansat harus jadi penggerak inovasi di satuannya,” ujar Maruli.
Menurut keterangan Penkodiklatad, apel ini bertujuan agar seluruh Dansat memiliki persepsi yang sama terhadap kebijakan pimpinan TNI AD, sehingga pelaksanaan tugas di lapangan bisa lebih solid, profesional, dan adaptif.
Pameran Inovasi Alutsista: Dari Drone DT-1000 hingga Mortir Latih Rp1500
Rangkaian apel juga diisi pameran inovasi hasil Litbang TNI AD sebagai bekal satuan menghadapi tantangan masa depan.
1. Drone DT-1000 – Balakpus AD
Dipamerkan Direktorat Topografi AD (Dittopad). Drone ini berfungsi sebagai penyedia data dan informasi geospasial presisi untuk mendukung perencanaan operasi, pemetaan medan, dan pengambilan keputusan komando. Inovasi ini disebut adaptif untuk wilayah Indonesia yang beragam.
2. Mortir Latihan 81mm Pneumatik – Poltekad
Inovasi dari Politeknik Angkatan Darat. Menggunakan sistem PCP/pneumatik sebagai pendorong, sehingga:
– Granat latih bisa digunakan berulang-ulang
– Tingkat keamanan tinggi karena tidak menimbulkan ledakan
– Biaya latihan sangat murah: Rp1.500 per penembakan
“Dengan ini latihan menembak mortir bisa lebih sering, hemat, dan aman,” jelas perwakilan Poltekad.
Inovasi lain juga ditampilkan dari berbagai Balakpus AD untuk menunjukkan komitmen TNI AD dalam modernisasi alutsista dan pembinaan prajurit berbasis teknologi.
BACA JUGA:
KSAD Maruli Ajak Alumni Akmil Turun Gunung: Bangun Negeri dari Daerah 3T, TNI Lahir dari Rakyat dan Untuk Rakyat
Apel Dansat 2026 ini digelar setelah TNI AD beberapa bulan terakhir disibukkan operasi di berbagai wilayah, mulai dari Papua, perbatasan, hingga penanggulangan bencana. KSAD ingin memastikan seluruh komandan memahami bahwa tantangan ke depan bukan hanya konvensional, tapi juga ancaman hibrida, siber, dan informasi.
“Komandan satuan adalah ujung tombak. Jika komandan kuat, maka satuan akan kuat. Jika satuan kuat, maka TNI AD akan disegani,” tutup Maruli.
Hadir dalam kegiatan: Pangkodiklatad, Danpussus, para Pangdam, dan seluruh Dansat jajaran TNI AD dari Sabang sampai Merauke.**
