Heboh! Foto Presiden BEM Unmul dengan Jokowi Bikin 1 Kampus Ribut, Ujungnya Mundur
Diterbitkan Senin, 3 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST SAMARINDA – Foto Hiththan Hersya Putra, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (BEM KM Unmul), saat bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediaman pribadi Solo menjadi viral dan memicu polemik.
Pertemuan itu dinilai publik bertentangan dengan prinsip independensi dan sikap kritis gerakan mahasiswa.
Foto pertemuan tersebut beredar luas di media sosial sejak akhir Juli 2026. Dalam foto itu, Hiththan terlihat bersalaman dan berfoto bersama Jokowi di kediaman pribadi di Solo.
Publik, khususnya mahasiswa dan akademisi, mempertanyakan tujuan pertemuan tersebut. Banyak yang menilai tindakan itu berpotensi menimbulkan persepsi keberpihakan BEM KM Unmul kepada tokoh politik.
Menanggapi polemik, Hiththan akhirnya menyampaikan klarifikasi tertulis melalui media sosial, Minggu (2/8/2026).
Ia menegaskan pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan agenda politik, transaksi ekonomi, maupun konflik kepentingan.
Namun Hiththan mengakui kehadirannya adalah sebuah kekeliruan.
“Meskipun saya pastikan tidak ada kepentingan apa pun di balik pertemuan tersebut, saya tetap mengakui bahwa kehadiran saya dalam momen itu adalah kelalaian dalam menjaga kepekaan posisi sebagai Presiden BEM KM Universitas Mulawarman,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen BEM KM Unmul tetap kritis.
“BEM KM Universitas Mulawarman kemarin, sekarang, dan di masa yang akan datang akan tetap berdaya kritis terhadap seluruh penyelenggara negara dan pejabat publik, siapa pun orangnya dan dari mana pun asalnya tanpa pandang bulu, tanpa pengecualian, dan tanpa kompromi,” tulisnya.
“Silaturahmi antarsesama warga negara tidak pernah menghapus independensi sikap. Yang menjadi ukuran bukan siapa yang pernah disalami, melainkan integritas, konsistensi, dan keberpihakan yang nyata kepada kepentingan rakyat,” lanjutnya.
Hiththan pun menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa, civitas akademika Unmul, dan masyarakat Kalimantan Timur.
BACA JUGA:
Mahkota yang Salah Rumah: Pro Kontra Penobatan Jokowi sebagai Raja Timor di Kupang
Akademisi Unmul: Ini Preseden Buruk
Polemik ini mendapat sorotan dari Akademisi Fakultas Hukum Unmul, Herdiansyah Hamzah / Castro.
Castro menilai seorang pemimpin BEM harus paham konsekuensi politik dan etik dari setiap langkahnya. Ia mengaku sudah meminta klarifikasi langsung, namun merasa jawaban Hiththan belum menjawab pertanyaan publik.
“Apa pun alasannya, berfoto dengan Jokowi di kediamannya itu pertanda ada perbincangan yang tidak diketahui publik. Dia sebenarnya sudah menggadaikan kepentingan gerakannya sendiri,” kata Castro, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, kedekatan dengan tokoh politik di ruang privat berpotensi membuat organisasi mahasiswa kehilangan jarak kritis terhadap kekuasaan.
“Kita selama ini berbusa-busa bicara konsistensi dan menjaga prinsip. Tapi bertemu dengan mantan presiden yang keputusan-keputusan politiknya banyak mengorbankan rakyat, itu sama saja menikam gerakan mahasiswa,” ujarnya.
“Ini memperpanjang daftar rusaknya gerakan mahasiswa hari ini. Mereka mudah tergoda dan akhirnya menggadaikan prinsip atas nama kepentingan yang belum tentu berkaitan dengan gerakan,” tegas Castro.
Ia juga mendesak Hiththan bertanggung jawab secara politik. “Menurut saya dia sudah tidak layak menjadi Presiden BEM. Dia harus bertanggung jawab kepada teman-temannya dan mundur dari jabatannya,” kata Castro.
BACA JUGA:
Raja Se-Pulau Timor Nobatkan Jokowi Jadi Raja Timor, Gelar Adat Tertinggi dari Masyarakat NTT
Hiththan Pilih Mundur
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Hiththan akhirnya menyatakan melepas jabatan sebagai Presiden BEM KM Unmul.
“Saya tegak lurus dengan komitmen menjaga independensi gerakan dan saya paham betul esensi kritik bahwa ia harus lahir dari posisi yang bersih dan tidak tersandera oleh kedekatan dengan siapa pun. Untuk mempertanggungjawabkan kesalahan ini secara utuh, dengan ini saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Presiden BEM KM Universitas Mulawarman,” tulis Hiththan.
Hingga berita ini diturunkan, BEM KM Unmul belum mengumumkan siapa yang akan menjadi pelaksana tugas Presiden untuk melanjutkan roda organisasi.***
