Jalan Lubuk Rasam Kembali Terkubur Lumpur: Setiap Hujan Turun, Warga Terpaksa Jalan Kaki
Diterbitkan Kamis, 23 Juli, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST AROSUKA – Akses jalan menuju Jorong Lubuk Rasam, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, kembali lumpuh total setelah diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir. Badan jalan yang belum beraspal berubah menjadi kubangan lumpur tebal dan sangat licin, menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Keluhan warga viral di media sosial. Akun Facebook Melsy Rahmania Febry mengunggah video kondisi terkini jalan pada Rabu (22/7/2026).
“Kami terpaksa berhenti dan berteduh cukup lama menunggu hujan reda. Namun hujan tidak kunjung berhenti. Karena jalan sangat licin, penumpang harus turun dan berjalan kaki agar kendaraan bisa menanjak,” tulis Melsy.
BACA JUGA:
Jalan untuk Lubuk Rasam: Menjaga Hutan, Menghadirkan Negara
TANJAKAN JADI KUBANGAN, MOTOR PAKAI RANTAI
Dari video yang beredar, terlihat sejumlah kendaraan terjebak di titik tanjakan. Pengendara motor bahkan harus mengikat rantai pada roda untuk menambah daya cengkeram.
Seorang warga di lokasi menyebut perjalanan yang biasanya singkat jadi berjam-jam.
“Kalau cuaca cerah masih bisa dilewati dengan hati-hati. Tapi kalau hujan deras, kendaraan sering tidak mampu menanjak. Banyak yang terpaksa turun dan berjalan kaki,” ujarnya.
Kondisi ini bukan baru pertama kali. Setiap hujan intensitas tinggi mengguyur kawasan perbukitan Lubuk Rasam, jalan langsung lunak dan berlumpur. Risiko kecelakaan pun meningkat karena kendaraan mudah tergelincir di ruas yang miring tajam.
BACA JUGA:
Miris.. Warga Lubuk Rasam Solok Bawa Pasien Sakit Keras Pakai Motor ke Puskesmas Lewati Jalan Rusak Berlumpur
JALAN URAT NADI: GAGAL DISTRIBUSI HASIL TANI
Akses ini merupakan jalur utama warga menuju pusat pemerintahan nagari, sekolah, puskesmas, dan pasar. Lubuk Rasam juga sentra pertanian padi, sayur, dan komoditas perkebunan.
Saat jalan rusak, biaya angkut hasil panen melonjak. Truk pengangkut kerap tertahan dan harus menunggu cuaca membaik.
“Kami tidak menuntut yang berlebihan. Yang penting jalan bisa dilalui dengan aman, terutama saat musim hujan. Karena jalan ini merupakan urat nadi aktivitas masyarakat,” ungkap warga lainnya.
BACA JUGA:
Surat Terbuka Masyarakat Lubuk Rasam Solok Untuk Presiden Prabowo Subianto: Puluhan Tahun Terisolasi, Mohon Izin Pemanfaatan Kawasan Hutan Lindung untuk Pembangunan Akses Jalan
TERJEBAK STATUS HUTAN LINDUNG
Warga memahami tantangan geografis Lubuk Rasam. Sebagian besar jalur berada di kawasan hutan lindung, sehingga belum bisa diaspal permanen.
Informasi yang dihimpun, penanganan selama ini hanya sebatas perataan, pengerasan, dan pemeliharaan berkala. Pengaspalan permanen terkendala regulasi tata ruang dan konservasi.
Pengamat pembangunan pedesaan menilai ini dilema klasik daerah terpencil yang berbatasan dengan hutan lindung. Pemerintah harus menyeimbangkan konektivitas warga dan kelestarian lingkungan.
Solusi yang biasa diterapkan di daerah serupa: peningkatan kualitas pengerasan dengan material kuat, pembuatan drainase memadai, dan pemeliharaan rutin menjelang musim hujan.
BACA JUGA:
Miris.. Warga Lubuk Rasam Solok Bawa Pasien Sakit Keras Pakai Motor ke Puskesmas Lewati Jalan Rusak Berlumpur
VIRAL DI SOSMED, WARGA MINTA JADI PRIORITAS
Unggahan Melsy mendapat respons luas dari warganet Kabupaten Solok. Banyak yang mendesak Pemkab Solok dan Pemprov Sumbar menjadikan jalan Lubuk Rasam prioritas.
Hingga Rabu (22/7/2026), warga Jorong Lubuk Rasam masih beraktivitas dengan kondisi jalan yang berat.
“Bagi kami, jalan bukan sekadar transportasi. Ini jalur kehidupan yang menghubungkan kami dengan layanan dasar dan ekonomi. Kami berharap akses ini terus dapat perhatian agar perjalanan tidak lagi jadi perjuangan setiap hujan turun,” harap warga.***
