Muncul Isu Reshuffle Awal Agustus, Istana Buka Suara: Kalaupun Ada Untuk 2 Posisi Menteri Ini!
Diterbitkan Kamis, 30 Juli, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan Presiden Prabowo Subianto belum membahas rencana reshuffle kabinet hingga saat ini.
Pernyataan itu merespons isu perombakan di awal Agustus yang kian kencang setelah kepuasan publik anjlok 30,1% dalam 9 bulan terakhir.
“SEMENTARA BELUM ADA”
Prasetyo menyampaikan hal itu di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
“Reshuffle? Sementara belum ada. Kalaupun misalnya ada barangkali untuk mengisi kekosongan-kekosongan dari beberapa posisi yang karena perubahan yang kemarin ditinggalkan oleh pejabat yang lama,” ujar Prasetyo.
Ia membenarkan ada 2 posisi Wakil Menteri yang kosong:
1. Wakil Menteri Pertanian: Ditinggal Sudaryono yang kini menjabat *Kepala Badan Gizi Nasional
2. Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan: Ditinggal Silmy Karim yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi
“Tapi memang terus terang kita belum, Bapak Presiden juga belum berdiskusi mengenai rencana adanya pergantian atau reshuffle kabinet,” tegasnya.
BACA JUGA:
Reshuffle Kabinet Prabowo Mencuat: Pengamat Beber 11 Nama Menteri Rawan Dicopot, Ada Kapolri Dan Jaksa Agung
Survei SMRC Kepuasan ke Prabowo Turun Drastis, Gerindra Buka Suara!
Isu reshuffle mencuat setelah survei Saiful Mujani Research and Consulting / SMRC.
Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah turun drastis:
– November 2025: 81,2%
– Juli 2026: 51,1%
– Penurunan: 30,1%
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai penurunan itu dipicu 3 bidang: ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
“Hal ini berpengaruh besar terhadap menurunnya kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo,” kata Jamiluddin, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, ini indikator kuat dibutuhkannya evaluasi total terhadap para menteri.
DAFTAR 11 NAMA YANG DISEBUT LAYAK DIEVALUASI
Jamiluddin merinci 11 pejabat setingkat menteri yang dinilai layak masuk daftar evaluasi:
1. BIDANG EKONOMI – 5 NAMA
Kinerja ekonomi jadi sorotan utama publik.
1. Menko Perekonomian: Airlangga Hartarto
2. Menko Pangan: Zulkifli Hasan
3. Menteri Keuangan: Purbaya Yudhi Sadewa
4. Menteri Perdagangan: Budi Santoso
5. Menteri ESDM: Bahlil Lahadalia – “_Sebab kebijakannya yang kerap kontroversial di bidang energi kerap mempengaruhi bidang ekonomi_”
2. BIDANG POLITIK & KOMUNIKASI – 3 NAMA
1. Menteri Dalam Negeri: Muhammad Tito Karnavian
2. Menteri Komunikasi dan Digital: Meutya Hafid
3. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah: Muhammad Qodari
3. BIDANG PENEGAKAN HUKUM & KEAMANAN – 3 NAMA
1. Menteri Hukum: Supratman Andi Agtas
2. Jaksa Agung: Sanitiar Burhanudin
3. Kapolri: Jenderal Listyo Sigit Prabowo
“Jadi, untuk mendongkrak kinerja bidang ekonomi, politik, dan penegakan hukum, para menteri tersebut kiranya layak direshuffle,” tutup Jamiluddin.
Hingga berita ini diturunkan, *Istana Kepresidenan belum memberikan pernyataan resmi.
Beberapa menteri yang disebut, seperti Bahlil Lahadalia, sudah buka suara.
“Kami taat dan tunduk pada Presiden,” ujar Bahlil.
Selain tekanan survei, ada juga desakan dari Korps Pasgibra Nusantara yang meminta Presiden segera mengevaluasi Kapolri dan Jaksa Agung.
Dengan tekanan publik dan hasil survei SMRC, bola kini ada di tangan Presiden Prabowo. Reshuffle menjadi salah satu opsi untuk mendongkrak kembali kepercayaan masyarakat di tahun kedua pemerintahan.**
