NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Kasus Sapi Mati di TTS, Dinas Peternakan Siapkan Layanan Ini! 

Listen to this article

Diterbitkan Jumat, 31 Juli, 2026 by NKRIPOST

Sapi (Ilustrasi)

NKRIPOST SOE – Sebanyak 49 ekor sapi milik wargadi Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan / TTS, Nusa Tenggara Timur / NTT dilaporkan mati dalam kurun waktu 4 hari. Peristiwa ini terjadi pada 24-27 Juli 2026 dan diduga kuat akibat cuaca ekstrem dan suhu dingin.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Peternakan Kabupaten TTS langsung menjadwalkan pemeriksaan kesehatan terhadap ternak yang masih hidup untuk mencegah bertambahnya angka kematian.

“Rencananya pada Senin, 3 Agustus 2026, kami akan melaksanakan pelayanan kesehatan hewan di lokasi,” ujar *Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTS, John Banunaek, Kamis 30/7/2026.

Menurut John, kematian massal ternak ini dipicu oleh hujan yang mengguyur wilayah Mollo Utara selama sekitar 2 minggu berturut-turut.

Berdasarkan laporan petugas di lapangan, suhu udara di dua dusun di Desa Tunua turun drastis hingga sekitar 13 derajat Celsius. Kondisi ini menyebabkan ternak mengalami kedinginan dan tidak mampu bertahan.

“Penyebab kematian ternak sapi yang dilaporkan oleh para pemilik adalah karena kedinginan mulai tanggal 24 sampai 27 Juli 2026,” tandasnya.

Wilayah Mollo Utara memang dikenal sebagai kawasan dataran tinggi di TTS yang rawan mengalami suhu rendah saat musim hujan.

BACA JUGA:

Misteri Sosok Seto Di Kasus Kuota Sapi TTS 13.200 Ekor Diselidiki, Polda NTT Belum Temukan Unsur Pidana

Untuk merespons kejadian ini, Dinas Peternakan TTS telah melakukan beberapa langkah:
1. Penurunan Petugas: Tim sudah diterjunkan ke Desa Tunua untuk melakukan pendataan dan pemantauan langsung kondisi ternak yang masih hidup.
2. Pelayanan Kesehatan Hewan: Dijadwalkan pada Senin, 3 Agustus 2026 di lokasi untuk pemeriksaan, pengobatan, dan edukasi peternak.
3. Imbauan ke Peternak: Pemerintah Kabupaten TTS mengimbau para peternak meningkatkan pengawasan, terutama membuat kandang yang tertutup dan memberi alas kering selama musim hujan.

Meski demikian, John memastikan seluruh sapi yang mati tersebut sebelumnya telah menerima vaksin Septicaemia Epizootica / SE pada November dan Desember 2025. Vaksinasi ini merupakan upaya pencegahan penyakit menular pada ternak.

Hingga kini belum ada laporan kematian ternak baru setelah 27 Juli 2026. Dinas Peternakan masih terus memantau perkembangan di lapangan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved