NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Bupati Sudewo Ditangkap KPK, Warga Pati Bersyukur

Listen to this article

Diterbitkan Rabu, 21 Januari, 2026 by NKRIPOST

Bupati Pati Sudewo usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (22/9/2025).

NKRIPOST PATI – Sejumlah warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah menyatakan rasa syukur atas terjeratnya Bupati Pati Sudewo dalam Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) pada Senin (20/1).

Mereka menilai penangkapan oleh lembaga antirasuah tersebut sebagai momentum pelengseran Sudewo setelah sebelumnya demo pemakzulan oleh warga Kabupaten Pati gagal.

Sudewo diketahui baru menjabat sebagai Bupati Pati selama 11 bulan. Dia dilantik pada 20 Februari 2025 bersama Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra.

Selama masa kepemimpinannya, sejumlah kebijakan menuai kritik dari masyarakat, terutama terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dinilai memberatkan warga. Kebijakan itu memicu warga menggelar aksi demo besar-besaran pada pertengahan Agustus 2025.Tuntutan utama ada pemakzulan Sudewo dari kursi Bupati Pati.

Namun, aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu itu gagal. Justru dua koordinator lapangan aksi, yakni Supriyono Bothok dan Teguh Istiyanto dipenjara setelah sempat menutup Jalan Pantura.

Dimas Bowo (31), warga Kabupaten Pati mengaku sempat tidak percaya saat pertama kali mendengar kabar OTT tersebut. Dia mengira informasi itu hanyalah kabar bohong yang beredar di masyarakat.

“Saya awalnya pikir ini hoaks. Setelah cek ternyata benar, dan dugaan yang muncul soal jual beli jabatan,” ujar Dimas dikutip JPNN.com, Selasa (20/1).

Menurutnya, sejak awal kepemimpinan Sudewo sudah banyak penolakan dari masyarakat, terutama akibat kebijakan kenaikan PBB hingga 250 persen yang dinilai tidak rasional dan berdampak besar bagi warga kurang mampu.

“Kalau warga kecil, jelas sangat terasa. Demo sudah berkali-kali, hak angket juga tidak berhasil. Semua lolos,” katanya.

Dimas menilai OTT KPK menjadi jalan hukum yang akhirnya membuka peluang perubahan kepemimpinan di Bumi Mina Tani. Dia menyebut warga bahkan berencana menggelar tasyakuran sebagai bentuk ekspresi kelegaan atas penangkapan politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut.

“Ini pertama kalinya bupati aktif di Pati yang kena kasus korupsi. Dulu memang ada, tetapi itu mantan bupati, namanya Pak Tasiman pada 2008,” ujarnya.

Dia berharap ke depan pemimpin baru dapat lebih bijak dalam mengambil kebijakan, mengedepankan kepentingan rakyat, serta tidak bersikap arogan.

Menurutnya, kebijakan baru seharusnya disosialisasikan terlebih dahulu sebelum diterapkan.

“Pembangunan yang sudah berjalan baik, seperti perbaikan jalan, harus dilanjutkan. Tapi jangan korupsi. Korupsi itu bukan cuma soal uang, tapi juga jual beli jabatan,” katanya.

Hal senada disampaikan Wawan Prasetya (39), warga Pati lainnya. Dia mengaku bersyukur dengan adanya OTT KPK tersebut, terutama setelah berbagai persoalan yang terjadi selama kepemimpinan Sudewo.

“Mulai dari kenaikan PBB sampai kericuhan yang berujung kriminalisasi warga, seperti kasus Mas Supriyono Bothok dan Mas Teguh Istiyanto yang langsung dipenjara,” kata Wawan.

Meski demikian, Wawan mengakui ada sejumlah pembangunan di wilayah pinggiran Pati yang mengalami perubahan. Namun, dirinya menyoroti penggunaan anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran. Dia berharap penindakan hukum ini menjadi titik awal perbaikan tata kelola pemerintahan daerah yang lebih transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Masih ada kekesalan ketika anggaran tidak sesuai kebutuhan. Alun-alun yang masih bagus dibongkar, Masjid Baiturrahman, dan persoalan banjir yang terus berulang di Pati,” ujarnya.

BACA JUGA:

Satu Lagi Kepala Daerah Terjaring OTT Korupsi, Bupati Pati Ditangkap KPK

Untuk diketahui, Bupati Pati Sudewo terjerat OTT KPK pada Senin (19/1) kemarin. Dugaan kasus yang menjerat Sudewo adalah jual beli jabatan pada pengisian jabatan perangkat desa (perades) tahun 2024 di Kabupaten Pati. Sudewo diperiksa hampir 1×24 jam di Polres Kudus.

KPK juga memeriksa Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dipermades) Kabupaten Pati Tri Haryama dan Camat Jaken Tri Agung Setiawan serta sejumlah kepala desa.**** (jpnn)

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. MINANGKABAU TIMUR NO. 19 A, KEL. PS. MANGGIS, KEC. SETIABUDI KOTA JAKARTA SELATAN - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved