Dosen Universitas Quality Laksanakan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Pedagogik Guru Melalui Pembelajaran Interaksi di Yayasan Pendidikan Al-Khairat Madrasah Ibtidaiyah Delitua
Diterbitkan Selasa, 2 Desember, 2025 by NKRIPOST

Drs Hartono S, M.Pd, dan Kepala Sekolah, Eka Oksani M,Pd serta para guru di Yayasan Pendidikan Al-Khairat Madrasah Ibtidaiyah Delitua.
NKRIPOST MEDAN – Untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru di Yayasan Pendidikan Al-Khairat Madrasah Ibtidayah Delitua sebanyak 22 orang guru yang ikut berpartisipasi dalam pelatihan peningkatan kapasitas yang diselenggarakan oleh Dosen Universitas Quality, R.L.Holmes Parhusip, S.Pd.,M.Pd, Drs Aderson Situngkir.M.Si dan Irwansyah, M.Pd, Drs Hartono S, M.Pd didukung mitra sekolah.
Acara tersebut dibuka oleh Kepala Sekolah, Eka Oksani M,Pd, dengan mengambil tema “Kemampuan Pedagogik Guru
Melalui Penguatan Literasi Numerasi Siswa SD Melalui Metode Pembelajaran Interaksi di Yayasan Pendidikan Al-Khairat Madrasah Ibtidayah Delitua”.
Penguatan Literasi Numerasi Siswa SD Melalui Metode Pembelajaran Interaksi di Yayasan
Pendidikan Al-Khairat Madrasah Ibtidayah Delitua.
Acara tersebut merupakan bagian dari Sosialisasi Pengabdian Masyarakat yang
bertujuan untuk meningkatkan kompetensi/kemampuan Literasi Numerasi Siswa SD Melalui Metode Pembelajaran.
Literasi Numerasi Siswa SD Melalui Metode Pembelajaran metode pembelajaran berpikir logis dalam bentuk sosialisasi. Materi yang diberikan kepada peserta disajikan dalam lembar kerja peserta didik dalam pembelajaran dapat membantu guru untuk pengembangan literasi numerasi terhadap guru-guru Yayasan Pendidikan Al-Khairat Madrasah Ibtidayah Delitua.
Sejalan dengan teori konstruktivisme yang menekankan bahwa pengetahuan dibangun melalui pengalaman sosial dan interaksi aktif antar individu.
Siswa yang sebelumnya cenderung pasif menjadi lebih antusias dan berani menyampaikan pendapat ketika dilibatkan dalam diskusi kelompok, permainan edukatif, dan proyek sederhana.
Metode ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk belajar kolaboratif, sehingga
proses pemahaman konsep menjadi lebih bermakna. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing, bukan sekadar sebagai sumber informasi tunggal.
Peningkatan signifikan pada aspek literasi menunjukkan bahwa interaksi sosial dalam pembelajaran mampu memperkaya pengalaman membaca dan memahami teks.
Kegiatan seperti membaca cerita rakyat, meringkas isi bacaan, dan diskusi nilai moral mendorong siswa untuk berpikir kritis dan mengaitkan isi teks dengan kehidupan nyata.
Proses tanya jawab terbuka juga melatih kemampuan berbahasa dan memperluas kosakata siswa.
“Kami mengharapkan Guru melakukan perencanaan pembelajaran kolaboratif agar
kegiatan interaktif lebih terstruktur. Sekolah memberikan pelatihan rutin bagi guru mengenai strategi pembelajaran aktif. Penggunaan media pembelajaran sederhana (kartu kata, alat peraga
matematika) terus ditingkatkan untuk menunjang kegiatan interaktif, “ungkap Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Narasumber , R.L. Holmes Parhusip S.Pd.,M.Pd.
Selain memberikan pemahaman teoritis, acara ini juga melibatkan sesi praktik langsung dimana para guru dapat mencoba dan penguatan literasi numerasi.
“Dengan penguatan numerasi dan metode pembelajaran interaksi peserta didik lebih
antusias dan berani menyampaikan pendapat ketika dilibatkan dalam diskusi kelompok, permainan edukatif.
“Kami berharap proses pembelajaran dapat lebih menyenangkan dan siswa dapat lebih mudah memahami materi yang diajarkan,” tambah Drs. Aderson Situngkir M.Si.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperbaharui metode pembelajaran di Yayasan Pendidikan Al-Khairat Madrasah Ibtidayah Delitua.
Metode bimbingan berpikir logis terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan perilaku positif anak bermasalah. Anak yang mendapatkan bimbingan dengan pendekatan berpikir logis menunjukkan peningkatan dalam kemampuan mengontrol emosi, berkomunikasi dengan baik, serta mampu mengambil keputusan dengan pertimbangan rasional.
Diharapkan pula bahwa upaya serupa akan dilakukan secara berkala untuk terus
meningkatkan kualitas pendidikan di masa depan.
Drs.Hartono S, M.Pd dan Irwansyah M.Pd menambahkan, dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru dapat lebih siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital dan menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa pada saat pelaksanaan kegiatan pembelajaran. (LP)
