PGRI Tasifeto Timur Juara l Lomba Paduan Suara Tingkat Kabupaten, Bupati Belu Willy Lay Apresiasi Semangat Guru
Diterbitkan Jumat, 1 Mei, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST, ATAMBUA – Jelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pendidikan Nasional Republik Indonesia , Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Belu gelar kegiatan untuk meningkatkan kekompakan dan apresiasi terhadap profesi guru. Salah satunya adalah lomba paduan suara antar PGRI kecamatan sekabupaten belu. Lomba paduan suara digelar di Gedung Wanita Betelalenok Kecamatan Kota Atambua Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (30/4/2026).
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2026. Bupati Belu Willybrodus Lay, S.H dalam sambutannya menekankan kepada Kepala Sekolah dan Guru SD memperhatikan masalah literasi dan numerasi
“Saya minta seluruh Kepala Sekolah dan Guru SD memperhatikan masalah literasi dan numerasi. Sangat memprihatinkan ketika anak mau naik kelas 5 tapi belum bisa menulis nama sendiri. Lulusan SD harus sudah bisa baca dan tulis dengan baik. ucap Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, saat membuka Lomba Paduan Suara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tingkat Kabupaten Belu Tahun 2026 dengan tema “Melodi Pendidikan Guru Bergerak, Indonesia Pintar”.
Bupati Willy Lay mengapresiasi semangat para guru yang tampil dalam kompetisi ini. Ia pun memiliki visi besar agar lomba ini tidak berhenti di tingkat kabupaten, melainkan bisa berkembang menjadi ajang yang lebih luas hingga level regional.
“Saya mengharapkan, kedepannya, PGRI menyelenggarakan lomba ini jangan hanya di tingkat kabupaten, tapi harus berkeliling ke setiap kecamatan,” ujarnya.
Bupati Belu juga menyampaikan terkait kondisi pendidikan di Kabupaten Belu yang saat ini menempati peringkat nomor 3 dari bawah. Ia menyoroti masih banyaknya siswa kelas 4 dan 5 SD yang belum lancar membaca dan menulis.
Menurut Bupati Willy, guru memiliki kewajiban untuk mengajar, sementara anak-anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Ia menginstruksikan adanya perubahan sistemik mulai setelah Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei.
“Besok kita merayakan Hardiknas, setelah itu kita harus berubah. Guru harus memantau siswa kelas 1 dan 2 yang belum bisa baca tulis, lalu panggil orang tuanya. Ajak orang tua terlibat dan bekerjasama memantau anak-anak di rumah,” pintanya.
BACA JUGA:
Selain kemampuan akademik dasar, Bupati juga meminta agar mata pelajaran Muatan Lokal diaktifkan kembali. Hal ini penting agar generasi muda tidak lupa dengan identitas dan budaya daerah sendiri.
“Di hari-hari tertentu, biasakan anak-anak berkomunikasi menggunakan bahasa daerah. Kita lihat sekarang banyak anak di kota yang sudah tidak bisa bahasa ibu. Mari kita hidupkan kembali hal-hal yang berkaitan dengan kearifan lokal kita,” tambahnya.
Ketua PGRI Kabupaten Belu, Yanurius Antonius Wadan Talok, S.Pd melaporkan, PGRI adalah rumah besar perjuangan, sempat mengalami staknasi namun sejak kami menerima mandat pada 13 Desember 2025 kami berkomitmen untuk bangkit.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai cerminan diri untuk melihat sejauh mana integritas dan semangat kita dalam mengabdi,” ujarnya.
Lomba Paduan Suara PGRI diikuti oleh 11 tim vokal group dari berbagai wilayah di Kabupaten Belu.
Dalam kesempatan baik itu, penampilan kontingen Cabang Tasifeto Timur berhasil mencuri perhatian para juri dan penonton melalui harmonisasi suara yang baik, kekompakan tim yang solid serta penghayatan lagu yang luar biasa itu PGRI kecamatan Tasifeto Timur keluar sebagai juara utama lomba paduan suara tingkat Kabupaten Belu tahun 2026.
Lomba yang di ikuti oleh perwakilan guru dari berbagai kecamatan ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi serta menunjukan semangat kebersamaan antar pendidik di seluruh wilayah Kabupaten Belu.
Hadir dalam kegiatan ini, Ketua DPRD Kabupaten Belu, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Dewan Juri, Kepala Sekolah SD dan SMP, serta seluruh peserta lomba ** (Lau Kaza)
