Miris Korban Peti!! Warga Desa Ratau Kloyang, Musim Kemarau Tetap Terpaksa Mandi di Air Sungai yang Keruh
Diterbitkan Sabtu, 12 Juli, 2025 by NKRIPOST

NKRIPOST BUNGO – Masalah pertambangan emas tanpa izin ( PETI ) bukan lagi cerita yang baru di Kabupaten Muara Bungo Jambi, masalah peti sudah menjadi semacam terbiasa setiap sudut daerah hukum Bungo.
Upaya dari APH dan Pemdapun sudah sering dilakukan, namun sampai saat ini masih juga belum dapat tertuntaskan.
Daerah yang paling rawan dan mungkin sudah puluhan tahun Peti tetap beroperasi termasuk daerah kecamatan Pelepat, kabupaten bungo Jambi sampai saat ini air sungai batang pelepat masih tetap keruh dan dikeluhkan warga.
Namun wargapun pasrah mereka tidak bisa berbuat apa apa hanya keluhan yang mereka sampaikan pada media nkripost pagi ini hari sabtu tanggal, 12-07-2025.
Adapun salahsatu warga yang enggan disebutkan namanya, pagi ini menyempatkan mengirim foto sungai batang pelepat di mana ada juga para mak – mak dan anak anak sedang mandi dan mencuci.
Disampaikan warga tersebut, pihaknya sudah lama berteriak – teriak di Pelepat, namun menurutnya sampai saat ini belum
ada yang peduli dengan warga yang bertempat tinggal dibantaran aliran sungai bantang pelepat ini.
“Sudah bertahun tahun masalah ini kami alami bang tapi belum ada nampak keseriusan para pemangku kebijakan untuk membrantas Peti, hal ini saya sampaikan bukan tanpa alasan bang, terbukti foto pagi hari ini saya kirim untuk menyakinkan abang selaku media yang bisa menyuarakan hati warga Pelepat,” ucapnya.
“Miris bang, kalau kita lihat mak mak dan anak anaknya yang belum memiliki sumur pribadi mereka dengan terpaksa harus
ke sungai walaupun keadaan air sungai batang pelepat keruh, padahal saat ini uda masuk musim kemarau semestinya air sungai ini sudah jerni sama sebelum adanya para pelaku peti di hulu sungai
batang pelepat ini,” tutupnya.
( Erwin. Siregar ).
