NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Urgensi Sentralisasi Guru Menurut Dr. Iswadi : Langkah Strategis Menuju Pendidikan Merata dan Bermutu

Listen to this article

Diterbitkan Rabu, 25 Juni, 2025 by NKRIPOST

Dr. Iswadi, M.Pd

NKRIPOST JAKARTA – Pendidikan adalah fondasi pembangunan bangsa. Dalam kerangka pemikiran ini, Dr. Iswadi, alumni Program Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta dan pendiri gerakan Pejuang Pendidikan Indonesia, mengemukakan gagasan penting mengenai urgensi sentralisasi tata kelola guru. Menurutnya, ini bukanlah tentang memperkuat kontrol dari pusat, tetapi merupakan strategi holistik untuk menjamin bahwa setiap anak Indonesia, di mana pun berada, memiliki akses terhadap pendidikan yang berkualitas dan bermartabat.

Salah satu problem utama dalam sistem pendidikan nasional adalah ketimpangan kualitas guru antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil. Model desentralisasi yang saat ini berlaku, menurut Dr. Iswadi, justru memperdalam kesenjangan karena kebijakan distribusi guru dijalankan sesuai dengan dinamika dan kapasitas birokrasi masing-masing daerah. Akibatnya, daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) kerap kekurangan guru berkualitas.

Melalui sentralisasi, distribusi guru dapat dilakukan lebih adil dan sistematis. Pemerintah pusat memiliki otoritas untuk menentukan formasi, kualitas, dan penempatan guru berdasarkan data kebutuhan riil. Insentif khusus juga bisa dirancang untuk memotivasi guru berprestasi agar bersedia mengabdi di daerah-daerah yang selama ini kekurangan tenaga pendidik.

Dr. Iswadi menyoroti bahwa dalam sistem desentralisasi, mutasi, promosi, hingga tunjangan guru sering kali tidak berdasarkan kinerja dan kompetensi, melainkan faktor politis dan kedekatan dengan pejabat lokal. Ini menciptakan ketidakadilan struktural dalam karier guru.

Dengan tata kelola terpusat, promosi dan mutasi akan didasarkan pada meritokrasi. Guru akan diperlakukan secara profesional, bebas dari tekanan politik lokal, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan kemampuan dan kontribusinya terhadap pendidikan.

Dr. Iswadi menekankan pentingnya standarisasi pelatihan dan evaluasi guru secara nasional. Ia mendorong pelatihan berkelanjutan yang mencakup tidak hanya pedagogi modern, tetapi juga penguatan karakter seperti integritas, empati, dan kecakapan digital. Dengan kurikulum pelatihan yang seragam dan reguler, kualitas guru dapat ditingkatkan secara menyeluruh dan terukur.

Penilaian terhadap guru pun harus berbasis data dan indikator yang objektif. Jika dikelola pusat, maka evaluasi dapat dilakukan secara adil, transparan, dan jauh dari konflik kepentingan lokal.

Masalah keterlambatan penggajian guru yang sering terjadi di berbagai daerah merupakan dampak dari birokrasi berlapis. Dr. Iswadi mengusulkan agar sistem penggajian guru disentralisasi dan dilindungi melalui Keputusan Presiden (Keppres). Dengan demikian, proses pencairan gaji dan tunjangan akan lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.

Lebih dari itu, kesejahteraan guru tidak hanya mencakup gaji, tapi juga akses terhadap layanan kesehatan, pelatihan, dan perlindungan hukum. Guru honorer dan guru di pelosok pun berhak mendapat perhatian yang sama dalam hal ini. Sentralisasi diyakini mampu memperluas cakupan dan efektivitas program-program kesejahteraan tersebut.
Dr. Iswadi turut menyinggung kekhawatiran para guru dalam menjalankan fungsi disipliner karena takut terkena masalah hukum. Ia mengusulkan adanya imunitas terbatas bagi guru, selama tindakan mereka sesuai dengan kode etik profesi dan standar operasional prosedur. Perlindungan semacam ini sudah diterapkan di negara maju dan terbukti efektif menjaga marwah pendidik. Sentralisasi memungkinkan penyusunan regulasi dan mekanisme pengawasan yang menyeluruh dan seragam secara nasional.

Sentralisasi juga mendukung integrasi nilai-nilai karakter dalam sistem pendidikan nasional. Menurut Dr. Iswadi, guru bukan sekadar penyampai materi, tetapi juga pembentuk watak dan moral bangsa. Oleh karena itu, pelatihan karakter wajib diterapkan secara nasional agar nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, dan toleransi dapat disampaikan dengan cara yang sistematis dan konsisten di seluruh wilayah Indonesia.

Salah satu keuntungan utama dari sentralisasi adalah pembangunan sistem data pendidikan nasional yang komprehensif. Dengan basis data real-time tentang jumlah guru, kebutuhan sekolah, distribusi pelatihan, serta tantangan di masing-masing daerah, kebijakan bisa dirancang berdasarkan fakta, bukan asumsi atau kepentingan sesaat. Kebijakan seperti penempatan guru dan pemberian tunjangan menjadi lebih tepat sasaran dan akuntabel.

Walau mengusung sentralisasi, Dr. Iswadi tidak menafikan pentingnya kearifan lokal. Menurutnya, sistem yang ideal adalah yang memberikan porsi seimbang antara standar nasional dan inovasi daerah. Pemerintah pusat mengatur kerangka utama seperti formasi, gaji, pelatihan, dan evaluasi sementara daerah diberi ruang untuk mengembangkan metode pengajaran yang kontekstual dan relevan dengan kondisi lokal, seperti penggunaan bahasa daerah atau pendekatan berbasis proyek.

Bagi Dr. Iswadi, sentralisasi bukan bentuk pemusatan kekuasaan, melainkan upaya menghadirkan keadilan, efisiensi, dan kualitas dalam sistem pendidikan nasional. Dengan tata kelola guru yang terintegrasi, sistem penggajian yang transparan, perlindungan hukum yang kuat, serta pelatihan karakter yang seragam, Indonesia bisa memperkuat pondasi pendidikannya dari akar terdalam.

Namun, sentralisasi tidak boleh membunuh inovasi. Peran daerah tetap penting dalam implementasi yang kontekstual dan berakar pada budaya setempat. Ketika fondasi nasional kuat dan daerah diberdayakan sebagai mitra, maka guru akan lebih sejahtera, lebih terlindungi, dan lebih berdaya dalam mendidik generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter.

Dr. Iswadi menutup dengan keyakinan: “Ketika guru kita dihargai, dilindungi, dan diberdayakan, maka masa depan bangsa ini bukan hanya harapan tetapi kepastian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. MINANGKABAU TIMUR NO. 19 A, KEL. PS. MANGGIS, KEC. SETIABUDI KOTA JAKARTA SELATAN - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved