Aneh!! Viral Kasus Perundungan UIN Jambi, Korban Yang Minta Maaf Karena Sudah Bikin Gaduh
Diterbitkan Jumat, 13 Oktober, 2023 by NKRIPOST

NKRIPOST JAMBI – Viral video perundungan seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri UIN Jambi oleh sejumlah mahasiswa.
Dalam video satu menit 3 detik itu memperlihatkan segerombol mahasiswa UIN Jambi sedang memainkan pintu lift sehingga mahasiswi tersebut tidak juga beranjak dari tempat itu.
Cintria dalam akun TikTok @30_juli_2004 mengunggah video dirinya yang sedang dipermainkan oleh beberapa mahasiswa UIN Jambi.
Terlihat seorang teman yang bersama dengan Cintria juga dibuat kesal dengan tingkah laku para mahasiswa yang terkesan kekanak-kanakan.
Setelah unggahan perundungan mahasiswa UIN Jambi tersebut tersebar luas, banyak netizen yang mencibir perilaku mahasiswa UIN Jambi yang tak pantas disebut mahasiswa.
“Baru pertama kali lihat lift kali bang” tulis @jenn_aira07 dalam balasan utas yang dikutip oleh pada 13 Oktober 2023.
Banyak komentar-komentar negatif serupa yang disampaikan, mengkritik perundungan dan sikap mahasiswa yang malah mencoreng nama universitasnya.
Selanjutnya, netizen dibikin geram sekaligus tidak heran, mendapati video susulan berupa permintaan maaf dan klarifikasi dari pihak korban terkait video perundungan tersebut.
Video klarifikasi korban perundungan tersebut adalah video penyampaian permintaan maaf dari korban atas video perundungannya yang kini tengah ramai.
Selain itu, Cintria sebagai korban juga menyatakan, kalau ia telah bertemu dengan pelaku perundungan.
Pihak UIN Jambi telah memberikan sanksi terhadap pelaku perundungan berupa surat peringatan dan nasihat.
Netizen menjadi geram, sebab tambahnya lagi Cintria mengatakan kalau dirinya bersalah karena telah mem viralnya kejadian perundungan yang telah dialaminya.
BACA JUGA:
Heboh..! Video Adegan Ranjang Perangkat Desa Tiduri Istri Kades di Belu Terbongkar
Astaga!! Dosen Dan Mahasiswi UIN Lampung Kepergok Asyik Ngamar di Perumahan Bahtera Indah Sejahtera
Akhir-akhir ini banyak sekali kasus perundungan yang tidak terselesaikan secara adil.
Malah lebih banyak korban perundungan semakin dirundung oleh sistem, adat, dan kekuasan dari pelaku maupun lembaga yang ikut terseret dalam kasus perundungan yang terjadi.
Membuat barang bukti berupa video seharusnya dapat menguatkan argumentasi korban perundungan, namun yang terjadi, semakin korban ingin dibela dan diberi ruang bicara malah jadi orang yang tersalahkan sebab hal lain yang tidak berkaitan dengan kasus perundungan yang dialami.
Jika anda menjadi korban perundungan, apa yang akan anda lakukan, membuat barang bukti dan bikin viral?
Atau menerima perlakukan perundung yang tak tahu apakah akan mendapat perlindungan dari orang yang lebih berwenang? *** (hops)
