Wamenag Syaiful Ke Peserta Rakernas IPI 2023: Ekonomi Kuat Akan Topang Pendidikan dan Dakwah
Diterbitkan Minggu, 13 Agustus, 2023 by NKRIPOST

Selain itu pada kesempatan tersebut juga Wakil Menteri Agama (Wamenag) membacakan Sambutan Menteri Agama H. Yaqut Cholil Qoumas. Berikut sambutan Menag selengkapnya:
SAMBUTAN MENTERI AGAMA
PADA RAPAT KERJA NASIONAL IKATAN PESANTREN INDONESIA
13 Agustus 2023
Oleh H. Yaqut Cholil Qoumas
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Alhamdulillah, was
syukru lillah, was shalatu was salamu ala rasulillah, sayyidina wa
maulana Muhammad ibn Abdillah wa ala alihi wa shahbihi wa man
walah.
Amma ba’du…
Yang saya hormati Ketua Umum DPP Ikatan Pesantren Indonesia
Yang saya hormati Para Kiai, Nyai, Ning, Gus, tamu undangan, dan para
peserta Rapat Kerja Nasional Ikatan Pesantren Indonesia
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan
karuniaNya.
Sholawat serta salam kita sampaikan kepada nabi
Muhammad SAW.
Hadirin yang berbahagia,
Sejak diberikan penugasan selaku Menteri Agama oleh Bapak Presiden
H. Joko Widodo, saya langsung mendapat tugas khusus dari beliau,
salah satunya mendorong Pesantren agar dapat mandiri secara ekonomi.
Kemandirian secara ekonomi merupakan mandat Undang-Undang
Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
Karenanya sejak awal menjabat, saya langsung menetapkan
Kemandirian Pesantren sebagai salah satu program prioritas
Kementerian Agama.
Program ini memiliki visi terwujudnya Pesantren
yang memiliki sumberdaya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan,
sehingga dapat menjalankan fungsi Pendidikan, dakwah, dan
pemberdayaan masyarakat dengan optimal.
Hadirin yang berbahagia,
Fungsi Pesantren tadi yaitu:
Fungsi Pendidikan, Fungsi Dakwah, dan
Fungsi Pemberdayaan.
Nah, salah satu breakdown dari fungsi
pemberdayaan adalah penguatan ekonomi Pesantren. Mengapa?
Padahal sedari awal kita sudah tahu bahwa karakter asalnya Pesantren
adalah mandiri.
Visi Kemandirian Pesantren, kita ingin mewujudkan Pesantren yang
memiliki sumber daya yang kuat dan berkelanjutan. Karena fungsi
Pendidikan dan dakwah tidak mungkin akan bagus jika tidak memiliki
sumber ekonomi dan keuangan yang bagus juga.
Ekonomi yang kuat
akan menopang Pendidikan dan dakwah, sehingga membuat acara
seperti ini juga kan membutuhkan keuangan yang baik juga. hehe
Hadirin yang berbahagia,
Salah satu kontribusi Kementerian Agama pada Program Kemandirian
Pesantren yaitu reorientasi bahwa doa kita itu fiddunya hasanah wa fil
akhirati hasanah, dunia dulu yang harus bagus, dunia itu salah satunya
adalah bagus dalam segi ekonomi, sehingga bangunannya Pesantren
bisa jadi bagus, masjidnya bagus, asrama bagus, rumah Kyai nya bagus,
dan lain-lain jadi bagus.
Kita mengajak Pesantren untuk membangun
mindset bahwa pentingnya pengembangan ekonomi di Pesantren.
Selanjutnya, kita ajak Pesantren untuk membangun rencana bisnis. Atau business plan.
Pesantren melihat peluang yang ada di dalam
pesantrennya sehingga hal tersebut menjadi landasan untuk
pelaksanaan bisnisnya. Kemudian Kementerian Agama memberikan
bantuan dana menyesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan oleh
Pesantren.
Misalnya Pesantren dengan potensi sumber air yang
melimpah, bisa membuat bisnis AMDK (Air Minum Dalam Kemasan).
Pesantren yang punya lahan, bisa bikin bisnis pertanian. Bikin laundry
saja dengan prospek bisnisnya adalah santri, insyaallah sudah bisa
meningkatkan ekonomi Peasantren.
Program Kemandirian Pesantren ini sudah berjalan mulai tahun 2021,
ada 105 Pesantren yang menerima bantuan inkubasi. Tahun 2022, ada
504 Pesantren yang menjadi penerima. Dan tahun 2023 atau yang
sedang berjalan sekarang, ada 1470 Pesantren yang dibantu dalam
pengembangan bisnisnya.
Jadi, jika di total dari tahun 2021 sampai
2023 sudah ada 2079 Pesantren yang menerima bantuan inkubasi
bisnis.
Hadirin yang berbahagia,
Sekarang kan sudah banyak Pesantren yang mandiri, contohnya ada
Sidogiri yang berkembang dalam bidang minimarketnya. Ada Al-Ittifaq
Bandung dengan bisnis dalam bidang pertanian. Ada Al-Muttaqien
Balikpapan dalam bidang Laundry dan Jasa Konstruksi. Pesantren-
Pesantren ini memang menjadi best practice atau percontohan dalam Program kemandirian Pesantren agar memotivasi Pesantren lainnya
untuk turut berkembang. Dan saya yakin bahwa ada banyak Pesantren
yang mempunyai potensi untuk berkembang. Pesantren-Pesantren tadi
menjadi contoh bahwa Pesantren bisa bersaing juga di bidang bisnis.
Makanya dari Program Kemandirian Pesantren ini tidak hanya sekedar
memberikan bantuan, tapi para pengelola bisnis di Pesantren diberikan
Pendidikan dan Pelatihan dalam pengelolaan bisnis, mulai dari
perencanaan bisnis, keuangan, branding, manajemen, dan lain
sebagainya tentang pengembangan bisnis.
BACA JUGA:
Wamenag Syaiful Gaspol, Roadshow Dari Mataram Hingga Semarang
Wamenag Syaiful Rahmat Dasuki Dinilai Berpotensi Bakal Calon Kuat Gubernur DKI Jakarta 2024
Wamenag Saiful Ke ASN Kanwil Kemenag DKI Jakarta: Harus Tegak Lurus Kepada Kementerian Agama
Hadirin yang berbahagia,
Ada Pesantren yang ingin membangun bisnis, niatnya bagus karena
ingin memajukan ekonomi di Pesantren. Pesantren ini awalnya belum
punya bisnis apa-apa, tapi mengajukan proposal senilai dua Milyar.
Wah, ini kan luar biasa, baru awal sudah mengajukan dua Milyar.
Ternyata proposal yang dianggarkan itu untuk beli tanah. Kalo seperti
ini kapan bisnisnya, hehe.
Makanya di awal pentingnya Pesantren mengetahui peluang dan potensi
yang ada di Pesantren. Ditambah dengan pengetahuan bisnis yang baik
pula, sehingga tahu step by step perencanaan, pengelolan, dan
pelaporan dalam bisnisnya.
Selain itu, pentingnya pembedaan antara keuangan Operasional dan
Keuangan Bisnis Pesantren. Biar ada bedanya uang Kyai dan uang yang
digunakan untuk bisnis, karna bisnis itu matematis penuh perhitungan.
Ke depan kita akan membentuk Community Economy Hub Pesantren.
Bayangkan saja, Pesantren di Indonesia hampir 40 ribu dan santrinya
mencapai 4,5 juta, ini kan peluang yang sangat besar dan strategis.
Bayangkan saja jika satu Pesantren dan Pesantren yang lain saling
terhubung dalam pengembangan bisnis. Ada Pesantren yang menjadi
pemasok beras, ada Pesantren yang punya Air Minum Dalam Kemasan,
ada Pesantren yang punya digital printing, dan bisnis-bisnis lainnya.
Jika ini membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung, pasti
membangkitkan ekonomi Pesantren, bahkan Masyarakat yang ada di
sekitar Pesantren pun ikut terbantu.
Terakhir, semoga dalam Rapat Kerja Nasional 2023 Ikatan Pesantren
Indonesia ini kita turut mengkonsolidasikan untuk bahu-membahu mewujudkan pesantren yang mandiri, kuat, dan berkembang dalam
bidang ekonomi.
Kurang dan lebihnya mohon maaf,
Wallahu Al-Muwaffiq ila Aqwami Al-Thariq
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
(Waké)

One thought on “Wamenag Syaiful Ke Peserta Rakernas IPI 2023: Ekonomi Kuat Akan Topang Pendidikan dan Dakwah”