Peduli Kemanusiaan, Komunitas Orang Keriting Dan En Bunak Taromi Bagikan Sembako Kepada Warga Di Lamaknen
Diterbitkan Senin, 6 Maret, 2023 by NKRIPOST

NKRI POST ATAMBUA – Dua komunitas di Belu membagikan bantuan sembako kepada Masyarakat yang terkena Musibah Longsor di wilayah Lamaknen Dan Lamaknen Selatan, dan akibat bencana alam tersebut merusak 30 Buah Rumah termasuk salah satu Gedung Sekolah
Bencana Longsor yang Terjadi di beberapa Desa yang yang berada di 2 (dua) Kecamatan yaitu, Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen selatan, dua kecamatan ini terletak di Wilayah Kabupaten Belu, dan berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Menanggapi Bencana alam yang terjadi akibat curah hujan yang tidak kunjung berhenti dari seminggu yang Lalu, Maka Membuat Komunitas Orang Keriting NTT, dan En Bunak Taromi, memberikan bantuan Sembako dan Pakaian layak pakai, untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Musibah
Bernadeta Mali, Selaku Kepala Desa Kewar juga menyampaikan Kepada Media saat di Wawancarai
“Terimakasih sudah memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak bencana alam ini, karena masyarakat sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah dan Provinsi
Masih di tempat yang sama, Bernadeta Mali juga mengatakan
” dan harapan kami kepada Bapak kepala Dinas Pendidikan, agar segera membuat ruangan yang layak pakai, agar proses belajar mengajar kembali seperti semula, karena sebentar lagi sudah memasuki ujian Nasional
BACA JUGA:
Soal Harga Beras Yang Melonjak, Kadis Disperindag Belu Akan Lakukan Ini !!Â
Kejari Belu Dinilai Lamban Tangani Dugaan Korupsi Dana Desa Leontolu, Masyarakat Surati Kejagung
Warga Belu Keluhkan Hasil Tambal Sulam Jalan Di Atambua: Hanya Buang AnggaranÂ
Maksimus Mali salah satu warga Desa Luta Rato juga mengatakan kepada Media ini.
“Saya berharap kepada pemerintah baik Daerah sampai ke tingkat Provinsi agar segera memperhatikan kami, karena rumah kami sudah hancur total akibat bencana ini, untuk sementara kami tidak punya tempat tinggal, kami masih tinggal di kem Pengungsi, semoga suara kami bisa di dengarkan oleh Bapak Bupati Belu ataupun Bapak Gubernur NTT.” Tuturnya
dan akibat Curah hujan yang tak kunjung berhenti dalam seminggu tersebut, membuat semua Jalan sabuk Merah yang di bangun oleh pemerintah Pusat tersebut, rusak Total di kedua wilayah kecamatan tersebut, dan membuat masyarakat sangat susah untuk melakukan aktivitas seperti biasa.
( * M@u *)
https://youtube.com/shorts/gt2DOUKACmY?feature=share
